On-Nomi, Tren Kumpul-kumpul Anak Muda Jepang Selama Corona

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hubungan jarak jauh/video chatting/calling. Shutterstock.com

    Ilustrasi hubungan jarak jauh/video chatting/calling. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah corona memaksa orang tetap di rumah, kecuali ada keperluan mendesak. Bahkan di beberapa kota di India, Italia, Spanyol, dan Filipina, masyarakat tidak boleh keluar rumah sama sekali.

    Terlalu lama di rumah juga memicu kebosanan. Di Jepang, ada tren menarik bernama on-nomi yang kebanyakan dilakukan oleh anak muda untuk menghilangkan kebosanan. Dengan on-nomi, mereka tetap dapat berkumpul dengan teman-temannya dan makan minum bersama.

    Tentu mereka tetap menerapkan metode physical distancing seperti yang disarankan pemerintah. Sebab on-nomi adalah kependekan dari minum online. Artinya, sekelompok anak muda ini mengobrol melalui video sambil minum bersama. Mengutip Time Out, on-nomi dapat dilakukan dengan menggunakan layanan konferensi video, seperti Skype, FaceTime, Google Hangouts, atau Zoom.

    Keuntungannya, hemat karena mereka tidak mengeluarkan biaya untuk menuju tempat berkumpul dan efisien karena agenda kumpul-kumpul ini bisa dilakukan kapanpun. Dan yang terpenting, mereka tidak khawatir tertular virus corona karena tetap berada di rumah masing-masing.

    Pilihan menggunakan jaringan internet untuk itu menyesuaikan kelompok pertemanan yang bersedia untuk on-nomi. Sebelum, on-nomi, kelompok pertemanan cukup menjadwalkan waktu yang tepat untuk mengobrol virtual bersama. Dengan on-nomi, anak muda Jepang masih bisa menerapkan kebiasaan kongkow sambil minum.

    TIME OUT | EVENING STANDARD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.