Di Masa Depan, Wisatawan Naik Jet Bertenaga Nanogenerator

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eather One merupakan pesawat bertenaga listrik, yang sumber energinya didapat dari gesekan angin. Dok. Michal Bonikowski

    Eather One merupakan pesawat bertenaga listrik, yang sumber energinya didapat dari gesekan angin. Dok. Michal Bonikowski

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik-pabrik pembuat pesawat tengah berupaya membangun pesawat bertenaga listrik maupun hibrida. Namun pesawat satu ini, sangat berbeda dengan percobaan-percobaan sebelumnya. Alih-alih berbahan bakar fosil atau memiliki baterai besar, Eather One akan ditenagai oleh gesekan udara di sayap dan badan pesawat.

    Energi terbarukan tersebut bisa disebut sebagai ide yang radikal di balik pembuatan Eather One. Konsep pesawat bertenaga gesekan angin disodorkan desainer Michal Bonikowski, sebagaimana dinukil dari Robb Report.

    Ia terinspirasi oleh konsep Maveric yang ditawarkan Airbus. "Desain unik pesawat itu membantu mengurangi hambatan sekaligus menyediakan lebih banyak ruang kabin," katanya.

    Bila pabrikan pesawat macam Airbus berpikiran mengenai pesawat listrik, tentu pesawat listrik bukan lagi impian. Eather One menggunakan gesekan antara udara dan kecepatan tinggi jet sebagai sumber utama energi terbarukan.

    Meskipun terlihat seperti jet dari masa depan, perbedaan utama antara Eather One dan pesawat hibrida kontemporer adalah nanogenerator triboelectric pada sayap.

    Nanogenerator mengubah energi mekanik langsung menjadi energi listrik. Pesawat tidak memerlukan tangki bahan bakar atau bank baterai besar, karena akan menghasilkan listrik dari molekul udara di troposfer dan stratosfer.

    Saat Eather One melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi, ide Bonikowski adalah untuk memanfaatkan gesekan yang dihasilkan dari getaran di badan pesawat dan tikungan sayap.

    Energi yang dikonversi akan memberi daya pada motor listrik dan mengisi ulang baterai. Sumber daya readymade ini berarti bahwa Eather One akan membutuhkan paket baterai yang lebih kecil, daripada pesawat yang mengandalkan daya baterai yang tersimpan.

    Eather One tak memerlukan baterai besar untuk menyimpan energi, berkat nanogenerator. Dok. Michal Bonikowski

    Bonikowski – desainer berbasis di Warsawa, Polandia itu, mengakui bahwa pesawatnya membutuhkan beberapa paket baterai selama titik gesekan saat lepas landas dan mendarat.

    Konsep ini mungkin saja hanya berkutat dalam sci-fi, tetapi Wright Brothers juga berhayal sebelum membuat Kitty Hawk. "Saya menikmati semua upaya untuk merevolusi terbang," kata Bonikowski, yang juga merancang jenis baru rotorcraft yang disebut Fusion Copter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.