Raja Belanda dan Ratu Belanda Mampir ke Medan, Cek Agendanya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Maxima dari Belanda saat mengunjungi Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Instagram/@koninklijkhuis/Patrick van Katwijk & RVD

    Ratu Maxima dari Belanda saat mengunjungi Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Instagram/@koninklijkhuis/Patrick van Katwijk & RVD

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerruti berada di Medan, Sumatera Utara, hari ini, Kamis 12 Maret 2020.

    Rencananya Raja dan Ratu Belanda itu akan melihat rumah adat Batak di Dusun ‎Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa); pergi ke Bukit Singgolom di Kabupaten Toba Samosir dan menikmati keindahan Danau Toba; lalu ke Parapat di Kabupaten Simalungun. "Rumah adat Batak ini berusia ratusan tahun dan masih ditempati oleh masyarakat," kata Arie Prasetyo, Direktur Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT).

    Berbagai tempat yang bakal dilalui oleh Raja dan Ratu Belanda itu sudah dihias untuk menyambut kedatangan mereka. Kepala Desa Lintong Nihuta Holingte Simanjuntak mengatakan masyarakat bekerja sama membersihkan rumah-rumah, lingkungan, dan berbagai persiapan lainnya.

    "Kunjungan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Desa Lintong Nihuta," kata dia. Holingte Simanjuntak mengatakan masyarakat senang karena Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerruti akan menyempatkan diri melihat rumah adat Batak.

    Rumah adat Batak kuno di kampung Siallagan, Ambarita, Samosir, Sumatera Selatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Setelah berkunjung ke rumah adat Batak, Raja dan Ratu Belanda akan ke Bukit Singgolom di Kabupaten Toba Samosir untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Toba. Lokasi terakhir yang rencananya bakal didatangi adalah Parapat di Kabupaten Simalungun.

    Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerruti akan berkunjung ke kawasan Danau Toba esok hari, Jumat 13 Maret 2020. Mereka mengajak serta tim riset kualitas air untuk berbagi pengalaman pengelolaan air bersih di danau supervulkano tersebut.

    Arie Prasetyo mengatakan keberadaan tim riset itu untuk berbagi pengalaman mengelola air bersih. "Agenda transfer ilmu pengetahuan itu akan dilakukan dalam kegiatan seminar di Sekolah Unggul DEL Toba Samosir," katanya.

    Arie Prasetyo berharap kegiatan berbagi ilmu tentang pengelolaan air dapat membantu pemerintah dalam memanfaatkan air Danau Toba untuk masyarakat. Seperti diketahui, Belanda memiliki pengalaman mengelola air bersih untuk kebutuhan penduduknya.

    Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.