Jurus Badung Tarik Wisatawan di Tengah Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menari bersama penari Joged saat masa liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 28 Desember 2019. Johannes P. Christo

    Wisatawan menari bersama penari Joged saat masa liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 28 Desember 2019. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Badung - Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, membuat sejumlah program untuk menarik kedatangan wisatawan. Program itu dibuat guna meningkatkan aktivitas wisata di tengah kewaspadaan akan wabah virus corona atau COVID-19 di berbagai negara.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra mengatakan daerahnya harus membuat strategi ini karena sebagian besar pendapatan masyarakat Badung berasal dari sektor pariwisata. "Kami menerbitkan sejumlah usulan sebagai hasil dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Nawa Cita Pariwisata Indonesia," kata Made Badra di Mangupura, Sabtu 29 Februari 2020.

    Diskusi tersebut, menurut dia, melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Badung, pakar dan praktisi pariwisata Bali, Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC, Indonesian Hotel General Manager Association atau IHGMA Chapter Bali, unsur maskapai penerbangan, dan akademisi. Ada berbagai program yang diterapkan mulai Maret sampai Agustus 2020.

    Pertama, program Bali Safe. Langkah ini membuka dan memperbarui informasi sehingga wisatawan memperoleh akses yang mudah serta mendapatkan perhatian sejak pertama menginjakkan kaki di bali, baik melalui bandara maupun pelabuhan.

    Wisatawan mengunjungi Nusa Dua Light Festival 2019 di Badung, Bali, Kamis 30 Mei 2019. Festival lampion bertema "Mountain View" tersebut merupakan salah satu daya tarik wisata di kawasan pariwisata Nusa Dua selama musim libur panjang lebaran dengan menargetkan kunjungan 3.000 orang perhari. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Kedua, program Bali Great Deal yang memberikan diskon wisata bekerja sama dengan maskapai penerbangan, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, sampai atraksi spesial di destinasi wisata. Ada pula program Bali Experiences berupa jalan-jalan bersama agen travel dari Australia, Selandia Baru, dan India.

    Tak lupa program hiburan, meliputi Music on The Beach, Nusa Dua Jazz Week, GWK Top Artist with Great Groupies dan kompetisi Disk Jockey (DJ). Program lain yang disiapkan adalah acara wisata berbasis olahraga; program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau MICE); peragaan busana; pemasaran bersama influencer nasional dan internasional; dan Special Education Program Tour.

    Terkait kebijakan pemerintah pusat yang meminta daerah tidak memungut pajak hotel dan restoran selama enam bulan di 10 destinasi pariwisata, termasuk Bali, Made Badra mengatakan akan berkomunikasi dengan pelaku industri pariwisata. "Kami diskusikan dulu apa dampak dari kebijakan tersebut terhadap pelayanan masyarakat Badung jika benar-benar diterapkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.