Arminareka Jadwal Ulang 2.000 Jamaah Umrah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi haji atau umrah. REUTERS

    Ilustrasi haji atau umrah. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang resmi menghentikan sementara perjalanan ibadah umrah, untuk semua negara yang terdampak virus corona. Hal tersebut mengakibatkan travel perjalanan umroh Arminareka, harus mengatur ulang jadwal keberangkatan jamaah mereka.

    Arminareka merupakan salah satu travel perjalanan umrah terbesar di Indonesia, "Dengan adanya hal ini, kami dari perusahaan akhirnya me-reschedule keberangkatan para jamaah," ujar Humas PT Arminareka Perdana Widhiastuti di kantornya pada Jumat, 28 Februari 2020.

    Widhiastuti mengatakan keberangkatan yang dijadwalkan ulang oleh Arminareka Perdana adalah jadwal keberangkatan dari Sabtu, 29 Februari 2020 sampai tanggal 10 Maret 2020. Dia mengatakan kira-kira ada 2.000 jamaah umrah yang harus dijadwalkan ulang keberangkatannya. 

    Widhiastuti menyebut jamaah yang keberangkatannya dijadwalkan ulang oleh biro travelnya berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Medan, Surabaya, Solo, Makassar, Pekanbaru, dan Palembang.

    Hingga saat ini, Widhiastuti mengatakan belum ada komplain mengenai penjadwalan ulang tersebut. Jamaah umrah, kata dia, hanya sekedar bertanya mengenai kepastian keberangkatan melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp.

    "Kan ini semua sudah disiarkan di TV. Semua informasi sudah (tersebar) menyeluruh ya, di sosial media juga. Semua (jamaah umrah) udah paham sih," ujarnya.

    Lebih jauh, Widhiastuti mengatakan pihaknya berharap kebijakan tersebut akan segera berakhir. Jika pemerintah sudah memberi izin, tuturnya, jamaah akan langsung diatur lagi keberangkatannya. "Kami maunya ya mudah-mudahan tanggal 2 Maret sudah bisa lagi," ujarnya.

    KIKI ASTARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.