Khawatir Virus Corona, Pyongyang Marathon Korea Utara Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para wanita dengan pakaian tradisional di dalam Stadion Kim Il Sung saat Mangyongdae Prize International Marathon di Pyongyang, Korea Utara (13/4). Perlombaan tahunan, yang mencakup maraton penuh, setengah maraton, dan 10 kilometer lari.(AP/David Guttenfelder)

    Para wanita dengan pakaian tradisional di dalam Stadion Kim Il Sung saat Mangyongdae Prize International Marathon di Pyongyang, Korea Utara (13/4). Perlombaan tahunan, yang mencakup maraton penuh, setengah maraton, dan 10 kilometer lari.(AP/David Guttenfelder)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pyongyang Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada April 2020 di Korea Utara resmi dibatalkan. Pembatalan tersebut dilakukan lantaran berbagai pembatasan perjalanan sekaligus upaya antisipasi persebaran virus corona.

    "Kami telah menerima konfirmasi dari mitra perjalanan di Korea Utara bahwa Pyongyang Marathon yang akan diadakan pada April 2020 telah dibatalkan karena perbatasan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) saat ini sedang ditutup," kata Young Pioneer Tours -operator yang menggelar tur ke Korea Utara, melalui pernyataan resmi seperti dikutip dari Reuters. Tapi untuk acara Pyongyang Autumn Marathon yang berlangsung September 2020 masih dijadwalkan seperti semula.

    Ilustrasi lari ultra marathon. Shutterstock

    Agensi wisata di Korea Utara, Koryo Tours juga mengkonfirmasi pembatalan itu. "Disebabkan penutupan perbatasan Korea Utara dan situasi virus corona atau COVID-19 yang sedang berlangsung di Cina dan kawasan yang lebih luas," tulis pernyataan resmi perusahaan itu, seperti dilaporkan The Korea Herald.

    Korea Utara telah mengadakan lomba tahunan sejak 1981 dalam rangka perayaan ulang tahun mantan Perdana Menteri Kim Il-sung, pada 15 April. Sejak 2014, Pyongyang Marathon atau dikenal dengan Mangyongdae Prize International Marathon juga diikuti oleh pelari asing. Korea Utara mengadakan acara lomba lari itu sebagai cara untuk mendatangkan turis mancanegara.

    REUTERS | THE KOREA HERALD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.