Bosan ke Malioboro, Coba Wisata Selatan Yogyakarta yang Eksotis

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada Senin (23/12) terpantau lengang. Pemerintah DIY mewanti-wanti agar liburan panjang seperti Natal dan akhir tahun tak dimanfaatkan oknum juru parkir dan pedagang untuk mematok tarif tinggi kepada wisatawan. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Suasana Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada Senin (23/12) terpantau lengang. Pemerintah DIY mewanti-wanti agar liburan panjang seperti Natal dan akhir tahun tak dimanfaatkan oknum juru parkir dan pedagang untuk mematok tarif tinggi kepada wisatawan. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, YogyakartaMalioboro biasanya menjadi tempat yang wajib dikunjungi setiap kali datang ke Yogyakarta. Namun jika Anda bosan ke Malioboro, cobalah menjelajah ke wilayah selatan Yogyakarta.

    Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan salah satu fokus inovasi wisata menyasar kawasan wisata Yogyakarta selatan. "Sampai 2021, kami fokus memperluas inovasi untuk mendorong geliat sektor pariwisata itu," ujar Heroe Poerwadi, Selasa 18 Februari 2020.

    Pamor wisata kawasan Yogyakarta selatan saat ini diakui butuh perhatian lebih agar bisa menggeliat seperti kawasan pusat yang ditandai oleh Malioboro dan sisi utara kota yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Kurang menggeliatnya pamor wisata selatan Yogyakarta disebabkan berbagai hal. Pemerintah mensinyalir selama ini paket wisata yang ditawarkan biro perjalanan juga cenderung menitikberatkan kawasan Malioboro dan sekitarnya. Padahal, ada banyak tempat wisata unik di Kota Yogya yang menarik dijelajahi.

    Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yeti Martanti mengatakan selatan Yogyakarta punya titik eksotis. Sebut saja seperti kawasan cagar budaya Kotagede. Lalu ke baratnya ada kampung turis Prawirotaman juga situs Warung Boto dan masih banyak lainnya.

    Untuk mengangkat selatan Yogyakarta itu, tiga tahun terakhir ini pemerintah menggelar event bernama Jogjavaganza. Tahun 2020 ini Jogjavaganza menitikberatkan destinasi wisata kampung Prawirotaman dan Kotagede yang dikonsep lewat kegiatan fun night run atau olahraga lari bersama di malam hari. Tahun ini kegiatan itu melibatkan 110 agen biro perjalanan. "Kotagede menawarkan eksotisme budaya yang terjaga seperti rumah dengan gaya arsitektur kuno yang khas," ujar Yeti.

    Lewat Jogjavaganza itu, Yeti berharap para biro perjalanan tergerak memasukkan destinasi selatan dalam paket wisata yang ditawarkan. Sehingga wisatawan domestik dan mancanegara ke Yogyakarta selatan meningkat. Karena lama kunjungan wisata di Yogyakarta rata-rata baru tercapai 2,01 hari berkat mudahnya akses ke Kota Yogyakarta lewat transportasi darat atau udara. Tak hanya Jogjavanganza. Yogyakarta kini tengah membangun rumah kreatif di lantai empat Pasar Prawirotaman sebagai bagian terintegrasi dengan zona kreatif yang ada di Kota Baru atau Yogyakarta bagian utara.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengatakan sektor pariwisata telah menjadi tonggak pembangunan wilayah lebih masif. Sehingga Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan tahun 2021 pariwisata benar-benar mendorong sektor perekonomian. Tahun 2021, Yogyakarta menitikberatkan pembangunan pariwisatanya sudah mengimplementasi konsep 3A+P atau amenities, accessibilities, attractions and promotions.

    "Amenities terkait ketersediaan akomodasi perhotelan dan kebutuhan dasar makan," ujar Agus. Di Kota Yogyakarta saat ini ada sekitar 418 hotel. Namun untuk aspek higienitas dan pangan aman di pedagang kaki lima belum ada standar khusus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.