Kisruh Klaim Laut Cina, Ada 10 Destinasi Eksotis di Natuna

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Pulau Senua di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Tahun 2018. Tahun ini Agenda serupa digelar kembali pada tanggal 16 Juni 2019.Antara/Dinas Pariwisata Natuna

    Festival Pulau Senua di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Tahun 2018. Tahun ini Agenda serupa digelar kembali pada tanggal 16 Juni 2019.Antara/Dinas Pariwisata Natuna

    TEMPO.CO, Batam - Klaim Cina memiliki wilayah di sekitar perairan Natuna kembali mencuat. Presiden Joko Widodo sampai langsung turun ke kawasan tersebut.

    Kawasan Natuna memiliki kekayakan alam, seperti tambang, flora, fauna, dan lainnya. Natuna juga memiliki detinasi wisata yang mempesona.

    Berikut 10 tempat wisata di salah satu kawasan terluar Indonesia itu.

    1. Pulau Senua
      Pulau Senua berdekatan dengan Desa Sepempang, Kabupaten Bunguran Timur. Pulau ini terletak di perairan Laut Cina Selatan yang saat ini menjadi polemik karena berbatasan dengan negara bagian timur Malaysia. Sebagian Pulau Senua ditetapkan sebagai kawasan konservatif, ada pula area wisata bawah laut yang indah, dan tempat burung gua bersarang.

      Pulau Senua, Kepulauan Riau.Foto: Deni Sambas

    2. Alif Stone Park Natuna
      Destinasi wisata yang satu ini masih asing di mata wisatawan Nusantara. Namun bagi turis mancanegara, di antaranya Singapura dan Thailand, berbondong datang ke kawasan ini. Alif Stone Park Natuna memiliki pemandangan indah di tepi laut. Terdapat batu-batu besar sepanjang pantai dengan air yang jernih. Kawasan ini tidak jauh dari Ranai, Natuna.

      Alif stone park, Natuna. TEMPO/Rita Nariswari

    3. Tanjung Datuk Natuna
      Tanjung Datuk Natuna memiliki pemandangan bebantuan dengan pasir putih. Untuk sampai di tempat ini, butuh waktu 1 jam dari ranai Natuna.

      Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyaksikan Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, 19 Mei 2017. Pupen TNI

    4. Sindu Stone Park Natuna
      Pantai di kawasan Natuna punya karakteristik sediri. Batu-batuannya menjulang, pasir putih, dan air yang jernih. Khusus di Sindu Stone Park Natuna, bebatuan tersebut berselimut lumut dan rimbun pepohonan di sekitarnya.

    5. Pulau Sedanau
      Pulau Sedanau punya nama lain, yakni Pulau Setanau. Begitu masyarakat di sana menyebutnya. Pemandangan di tempat itu begitu indah. Pasir pantainya begitu lembut, tetap dengan bebatuan yang cukup besar, dan air jernih.

      Kondisi Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, 2 Agustus 2017. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    6. Mangrove Natuna
      Fungsi pelestarian lingkungan ada di Mangrove Natuna. Hutan ini terletak di muara Sungai Semitan dan dibangun secara swadaya oleh masyarkat.

    7. Masjid Agung Natuna
      Salah satu wisata religi yang populer di Natuna adalah adalah Masjid Agung Natuna. Masjid yang dibangun pada 2007 itu berada di Ranai Kota, Bunguran Tim, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

      Masjid Agung Natuna berada di Ranai, dikelililingi perbukitan dengan latar belakang Gunung Ranai. (TEMPO/Rita Nariswari)

    8. Museum Sri Serindit
      Museum ini menjadi penyimpanan barang-barang berharga yang ditemukan di laut Natuna. Museum tersebut tampak seperti rumah biasa, namun memiliki barang-barang peningalan yang berharga. Museum Sri Serindit berada di Ranai Darat, sekitar setengah jam dari Kota Ranai, Ibu Kota Natuna.

    9. Pantai Piwang
      Mentan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pernah menyebut Pantai Piawang sebagai salah satu terindah versinya. Pantai ini memiliki pesona di tengah Kota Ranai, Natuna.

    10. Selat Lampa Natuna
      Selat ini memiliki pemandangan menakjubkan dengan perairan yang diselimuti perubukitan hijau. Wisatawan bisa membeli dan menikmati ikan segar hasil tangkapan di perairan Natuna di Selat Lampa Natuna.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.