Ini Alasan Kedai Kopi Konnichiwa Tak Gunakan Meja Berkaki

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanpa meja berkaki, pengunjung bisa bebas bergerak, salah satunya untuk berfoto. Foto: @kopikonnichiwa

    Tanpa meja berkaki, pengunjung bisa bebas bergerak, salah satunya untuk berfoto. Foto: @kopikonnichiwa

    TEMPO.CO, JakartaKopi Konnichiwa yang terinspirasi kedai ala Jepang belum lama ini dibuka di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Baru satu bulan Kopi Konnichiwa dibuka sebagai kedai untuk penggemar minuman es kopi.

    Kedai kopi ini menggunakan konsep drink to go. "Kami terinspirasi untuk ruangan yang kecil tapi teratur, dan Instagramable," kata Hernando Santoso, salah satu pemilik Kopi Konnichiwa, Selasa, 10 Desember 2019.

    Luas ruang keseluruhan Kedai Kopi Konnichiwa berukuran 8x4 meter. Ukuran tersebut juga terbagi dengan stan pembuatan kopi, 3x2 meter. Seperti konsep drink to go, menurut Hernando, Kopi Konnichiwa sengaja tak menyediakan meja berkaki seperti kedai umum.

    Penataan ruangan untuk pengunjung dibuat dalam dua konsep. Pertama yang di sisi kiri ketika masuk kedai. Ada penataan tempat duduk dengan bilah kayu menempel di dinding. Bilah kayu tak lebar, tapi memanjang berfungsi untuk menaruh gelas.

    Sementara di sisi kanan, dibuat tempat duduk yang berundak. Tempat yang sekadar untuk duduk. "Kami memang tidak menggunakan meja. Orang yang datang bisa bergerak untuk berfoto dengan konsep ini," ujarnya.

    Berbagai menu di kedai ini, yaitu Es Kopi Kyoto Latte, Es Kopi Godzilla Latte, Es Kopi Java Latte, Es Americano, Es Kopi Mocha, Es Kopi Latte.

    Gerai Kopi Konnichiwa yang pertama dibuka di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Foto: @kopikonnichiwa

    Menu non-coffee, yaitu Kamo Latte, Es Hiroshima, Es Nagasaki, Sakura Lemonade, Murasaki Lemonade, Es Matcha Latte, Es Hojicha, Es Cokelat Matcha, Es Cokelat.

    Semua menu dibuat tak cuma soal rasa, tapi mengutamakan tampilan corak warna. "Orang sambil duduk bisa memfoto minumannya yang punya tampilan Instagrammable," kata Hernando.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.