Sebab Danau Toba Layak Disebut Thousand Eden Experience of Toba

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Akademi Pariwisata Ulam Clara atau Akpar ULCLA Toba, Tetty Marganda Situmorang mengusulkan branding yang kuat untuk Danau Toba. Kekuatan branding ini, menurut dia, bertujuan menarik minat wisatawan mancanegara kelas premium agar datang dan menambah devisa negara.

    "Segera tetapkan positioning branding yang inklusif bagi Danau Toba sehingga turis mau datang dan memberikan testimoni selama berlibur di sana," kata Tetty Marganda Situmorang. Sebagai salah satu desatinasi wisata super prioritas, menurut dia, sudah sepatutnya Danau Toba punya satu slogan yang kuat untuk menarik wisatawan.

    Sebelumnya, Tetty Marganda Situmorang mengatakan, Danau Toba disebut sebagai Super Volcano Geopark. Dia menilai, slogan itu dapat digunakan sebagai sub-branding. Sementara tagline utama tentang Danau Toba harus superlatif.

    Hasil kajian Akademi Pariwisata ULCLA Toba menyimpulkan slogan yang tepat untuk Danau Toba adalah 'Thousand Eden Experience of Toba'. Tetty Marganda menjelaskan, tagline ini didasarkan pada riset tim Akademi Pariwisata ULCLA Toba selama tiga bulan ke tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba.

    "Sebagai satu-satunya perguruan tinggi pariwisata berbasis vokasi di sekitar Danau Toba, Akademi Pariwisata ULCLA Toba meyakini branding Thousand Eden Experience of Toba sangat tepat untuk menjelaskan kekuatan Danau Toba," kata Tetty. "Ribuan pengalaman surga inilah yang menjadi alasan kuat wisatawan premium datang ke Danau."

    Pemandangan Danau Toba yang terlihat dari The Caldera Toba Nomadic Escape. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Kajian Akademi Pariwisata ULCLA Toba menunjukkan definisi 'Thousand Eden Experience of Toba' tak sekadar menyuguhkan keindahan alam. Ada peninggalan sejarah, kekayaan budaya, kesenian lokal, sampai kuliner tradisional yang tak bisa dipisahkan satu sama lain.

    Tetty Marganda Situmorang mengatakan keindahan Danau Toba tak kalah dari Danau Wakatipu di Selandia Baru. Ditambah lagi keindahan Hutan Ginjang dan Bukit Holbung yang sama indahnya dengan suasana di Switzerland.

    Keunikan alam lain, seperti Hot Spring Sipoholon juga tak kalah dari Pamukkale di Turki. Ada juga pemandian alami air soda, yang hanya ada di dua tempat dunia, yakni Parbubu, Tarutung sekitar Danau Toba dan di Venezuela.

    Untuk kekayaan kuliner, menurut Tetty, ada Arsik yang lebih nikmat ketimbang Tom Yum Thailand. Pun kuliner khas Batak, Naniura dapat dikemas seperti Sushi dari Jepang. "Jadi kearifan lokal kuliner Batak harus ditonjolkan karena tidak kalah dengan kuliner negara lain yang sudah populer," kata Tetty.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?