Pelangi yang Berpendar di Dalam Masjid Pink

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior Masjid Nasir Al Mulk. Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji

    Interior Masjid Nasir Al Mulk. Foto: Mohammad Reza Domiri Ganji

    TEMPO.CO, Jakarta - Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, membuat Iran kehilangan potensi pemasukan yang luar biasa dari sektor pariwisata. Negeri itu menyimpan banyak reruntuhan era para nabi dan situs peninggalan Persia. Selain itu, masjid-masjid umat Syiah di Iran bernilai sejarah tinggi dan juga indah.

    Salah satunya Masjid Nasir Al Mulk atau biasa disebut Masjid Pink karena warna ubin pada interiornya. Masjid unik ini berada di Shiraz adalah salah satu kota tertua di Iran. Kota ini memiliki reputasi yang tinggi di bidang budaya, seni dan kerajinan tangan.

    Perpaduan budaya dan sejarah yang kaya itu, bermuara di Masjid Nasir al-Mulk -- salah satu masjid paling indah di Iran. Keindahannya dibangun dari seni kaca patri yang mempesona, ribuan ubin yang dicat di langit-langit serta permadani Persia menutupi lantai.

    Saat matahari pagi mulai terang, interior Masjid Nasir Al Mulk menyajikan pemandangan indah. Foto: Ayyoub Sabba Wiki/Atlas Obscura

    Tempat ibadah umat Islam Syiah ini adalah pelangi warna yang indah di setiap arah, seperti melangkah ke dalam mozaik lukisan.

    Di dalam masjid adalah halaman terbuka dengan kolam persegi panjang yang berada di tengah, dikelilingi oleh bunga. Fasad bangunan ini menampilkan puluhan lengkungan seni Arab, menambah keindahan pertunjukan cahaya dari kaca patri.

    Masjid Nasir al-Mulk dibangun antara tahun 1876 dan 1888, selama dinasti Qajar, yang memerintah Iran dari tahun 1785 hingga 1925. Masjid ini dinamai “Masjid Pink” karena banyaknya ubin berwarna merah muda yang menyelimuti langit-langit.

    Halaman tengah Masjid Nasir Al Mulk dengan panorama tanah lapang dan kolam. Foto: Dynamo Squito/Atlas Obscura

    Waktu terbaik untuk mengunjungi masjid adalah di pagi hari, ketika matahari memantulkan pola kaca patri ke lantai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.