Keunikan Pesantren yang Bisa Jadi Daya Tarik Wisata dan Usaha

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menjemur kerajinan bambu berupa tempat makan yang disebut besek di pusat kerajinan bambu Tunggak Semi, Sleman, Yogyakarta, 14 April 2016. Pusat kerajinan yang mempekerjakan 100 karyawan tersebut beromzet 300 juta perbulan. TEMPO/Pius Erlangga

    Pekerja menjemur kerajinan bambu berupa tempat makan yang disebut besek di pusat kerajinan bambu Tunggak Semi, Sleman, Yogyakarta, 14 April 2016. Pusat kerajinan yang mempekerjakan 100 karyawan tersebut beromzet 300 juta perbulan. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Bandung - Pondok pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama namun juga menjadi tempat promosi pariwisata. Dalam acara The 7th OIC Halal Expo and 5th World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki, ada lima pondok pesantren yang berhasil menggaet minat pengusaha asing untuk bekerja sama.

    Kelima pondok pesantren itu adalah Al Ittifaq (Kabupaten Bandung), Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman (Kabupaten Bogor), Pesantren Daarut Tauhid (Kota Bandung), Pesantren Al Idrisiyyah (Kabupaten Tasikmalaya), dan Pesantren Husnul Khotimah (Kabupaten Kuningan). Lima pondok pesantren ini mampu mengemas berbagai promosi produk pertanian, fashion, dan jasa wisata halal untuk turis mancanegara.

    Melalui keterangan tertulis, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyatakan Pondok Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi pemasok buah, sayuran, dan bumbu rempah untuk perusahaan asing. "Kami terpacu untuk mempelajari dan mengembangkan potensi bisnis ini," kata Setia Irawan, Ketua Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq.

    Sebuah perusahaan tour dan travel internasional meminta Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menjadi mitra wisata halal di Indonesia. Mereka ingin pengurus Pesantren Daarut Tauhiid menunjukkan destinasi wisata menarik yang dapat dikunjungi oleh wisatawan Timur Tengah dengan tetap memperhatikan fasilitas ibadah. "Informasi tentang bagaimana wisata halal di Indonesia masih sangat kurang. Jadi, banyak wisatawan dari Timur Tengah memilih berwisata ke Malaysia," kata Hiba Al-Qadi, Manajer Kontrak dan Tender Dallah Group Jordania.

    Adapun Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Indramayu, mendapat pesanan satu kontainer keranjang bambu untuk dikirim ke Bosnia. Pimpinan Bosnia Tour dan Travel, Mirza Omerhodzic mengatakan, sekarang masyarakat Eropa mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, termasuk dalam hal wisata.

    "Saya melihat keranjang bambu ini bagus sebagai wadah suvenir. Kami perlu untuk suvenir pernikahan, karena kami juga punya usaha wedding organizer. Bahannya unik dan tentu ramah lingkungan," katanya. Mirza Omerhodzic memberikan catatan agar keranjang anyaman bambu ini benar-benar kering sebelum dikirim agar tidak berjamur ketika sampai di tujuan.

    Pesantren Idrisiyyah di Kabupaten Tasikmalaya juga berhasil menjadi pemasok produk kerajinan dari bambu, seperti tas jinjing dan sendok pengaduk kopi untuk pasar Eropa. Sendok pengaduk kopi ini akan digunakan oleh kafe-kafe di Eropa karena mereka mulai meninggalkan plastik. Adapun Pondok Pesantren Nurul Iman di Kabupaten Bogor diminta untuk memasok beras dan beras campur jagung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.