Akhir Pekan di Jambi, Ini Destinasi Liburannya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Gentala Arasy di Kasang, Jambi Kota, 2 Januari 2018. Jembatan ini yang membentang di atas sungai besar, Sungai Batanghari yang mengiris jantung kota Jambi. TEMPO/Subekti.

    Jembatan Gentala Arasy di Kasang, Jambi Kota, 2 Januari 2018. Jembatan ini yang membentang di atas sungai besar, Sungai Batanghari yang mengiris jantung kota Jambi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jambi -  Jambi memiliki destinasi alam yang indah, semisal Gunung Kerinci, Taman Nasional Kerinci Seblat, Danau Kaco, dan berbagai air terjun dengan lingkungan yang asri.  

    Namun, bila kunjungan itu singkat seperti di akhir pekan, cobalah mengeksplorasi kuliner dan berkunjung ke Candi Muara Jambi. Kota Jambi punya beberapa tempat pelesir untuk waktu yang singkat di akhir pekan. Sebelum menuju Candi Muara Jambi, nikmati kuliner khas Jambi: pindang ikan. 

    Kuliner yang satu ini  bisa dinikmati di warung pinggir jalan atau rumah makan. Ikannya dari sungai seperti patin, baung, atau gabus. Dimasak dengan kuah bening seperti soto, rasanya ringan dan segar dengan
    bumbu asam pedas.

    Persinggahan berikutnya bisa menuju ke kompleks candi Budha di daerah Muara Jambi. Jaraknya sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil dari pusat kota. Situs pertama dari belasan lokasinya adalah Candi Kedaton. “Ini yang paling luas,” kata Ramon, kawan jurnalis di Jambi, 14 November 2019.

    Hidangan pindang ikan patin khas Jambi. TEMPO/Shinta Maharani

    Areanya berpagar sususan bata merah. Di depan pintu masuk candi ada dua orang warga lokal tengah asyik menembak dengan senapan angin. Alih-alih berburu burung, yang mereka dapat beberapa buah mangga untuk dibawa pulang.

    Candi Muara Jambi sedang direkonstruksi, dibangun ulang oleh tim peneliti. Dulunya merupakan pusat bejar dan ritual agama Buddha. Berlanjut ke situs lain di sekitarnya, pemugaran candi masih berlangsung. Bata-bata merah masih berserakan.

    Pendirian situs itu diperkirakan pada abad ke-8-11 Masehi. Pengelola wisata setempat menyediakan sepeda sewaan juga becak motor bagi pengunjung, yang ingin berkeliling tanpa harus lelah berjalan kaki. Sementara para pedagang cinderamata umum menjajakan gelang yang diklaim biasa dipakai warga Suku Anak Dalam dan konon dipakai sebagai penolak bala.

    Di Kota Jambi, beberapa lokasi lain yang bisa disinggahi seperti masjid raya bertiang banyak. Julukannya Masjid Seribu Tiang. Tempat kongkow lain selain warung pempek Palembang, berada di daerah yang disebut Ancol.

    Lokasinya di tepi Sungai Batanghari sekitar akses jembatan Gentala Arasyi. Jembatan ini melintang di atas sungai sepanjang 500 meteran. Pengunjung bisa menyeberang berjalan kaki selebar sungai berwarna kecoklatan itu.

    Beberapa wisatawan menikmati pemandangan Candi Tinggi di kawasan percandian Muara Jambi, Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. ANTARA/Andika Wahyu

    Berkeliling di dalam kota, jalanan terlihat bersih dari sampah dan kemacetan pun sulit ditemui kecuali di sekitar Tugu Keris Siginjai. Kawasan itu tiap akhir pekan sejak Sabtu sore hingga Ahad pagi, menjadi area
    bebas kendaraan. Ratusan pedagang memakai jalan dan trotoarnya untuk berjualan aneka barang dari jajanan kuliner sampai perabot rumah tangga.

    Sebagai buah tangan, terdapat beragam jenis seperti dodol duren, dodol kentang, sambal tempoyak, kopi robusta, teh kayu Aro, atau pempek di toko oleh-oleh.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...