5 Hal Seputar New Zealand yang Kerap Disalahpahami

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suku Maori melintasi sungai Whanganui di Selandia Baru. bcc.com

    Suku Maori melintasi sungai Whanganui di Selandia Baru. bcc.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berlibur butuh perencanaan yang matang. Saran dari kawan atau googling mengenai destinasi yang dituju menjadi sangat penting. Namun, kerap pula informasi tersebut tidak akurat. Nah bagi Anda yang ingin berlibur ke New Zealand, inilah informasi seputar negeri itu, yang dirangkum oleh Tourism New Zealand. 

    New Zealand atau Selandia Baru?

    Banyak orang Indonesia menyebut New Zealand dengan Selandia Baru, yang merupakan terjemahan langsung, sebagaimana sering diucapkan sehari-hari maupun disebut di media. Hal ini terjadi karena adanya persepsi bahwa selalu ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia untuk setiap negara, misalnya United Kingdom yang diterjemahkan menjadi Inggris atau The Netherland menjadi Belanda.

    Sering kali, hal ini juga membuat salah kaprah bahwa New Zealand dan Selandia Baru merupakan dua negara yang berbeda. Maka dari itu, lebih baik merujuk pada penggunaan kata “New Zealand” agar Anda tidak terkecoh.

    Di manakah sebenarnya letak New Zealand?

    Jika Anda selalu bertanya-tanya di benua manakah New Zealand berada (pastinya bukan di benua Australia), jawabannya adalah di Oseania, wilayah geografis yang meliputi Australasia, Melanesia, Micronesia, dan Polynesia. New Zealand terdiri dari dua pulau utama, Pulau Utara dan Pulau Selatan, dan sejumlah pulau yang lebih kecil. Untuk menjelajahi kedua pulau tersebut dengan waktu yang lebih fleksibel, Anda dapat menyewa dan mengendarai mobil atau campervan.

    Jika Anda memilih untuk mengendarai mobil sendiri di New Zealand, Anda harus memiliki Surat Izin Mengemudi Internasional dan mengenal rambu-rambu jalan setempat. Di negara ini, kursi pengemudi berada di sebelah kanan, sama seperti di Indonesia, sehingga hal ini tidak menjadi masalah bagi orang Indonesia yang mau mengemudi sendiri, apalagi ditambah dengan bonus pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan.

    Jika Anda memulai perjalanan di Pulau Utara, Twin Coast Discovery Highway dapat menjadi salah satu rute pilihan Anda. Rute yang dimulai dari Auckland ini akan menyajikan pemandangan pesisir pantai yang indah. Apabila Anda memulai perjalanan di Pulau Selatan, coba susuri The Great Alpine Highway yang dimulai dari Christchurch melewati State Highway 73. Rute ini menyuguhkan pemandangan ngarai sungai yang memesona. Berbagai pilihan lainnya juga dapat Anda lihat di laman resmi New Zealand. 

    Mobil di New Zealand umumnya berkemudi kanan seperti di Indonesia. Salah satu jalan yang menarik dilintasi adalah The Great Alpine Highway. Foto: Maverick

    Apakah musim dingin di New Zealand di tengah atau akhir tahun?

    Banyak orang tidak menyadari bahwa New Zealand—yang terletak di bagian selatan bumi—memiliki musim yang berbanding terbalik dengan negara-negara di belahan bumi utara. Oleh karena itu, New Zealand menawarkan cuaca yang dingin bagi Anda yang berwisata pada tengah tahun.

    Musim panas di New Zealand berlangsung dari Desember sampai Februari, sementara musim dingin dimulai dari bulan Juni sampai Agustus. Apabila Anda lebih menyukai liburan yang tidak terlalu ramai, Anda dapat mengunjungi New Zealand pada saat shoulder season, yaitu di musim semi (September - Oktober) dan musim gugur (Maret - Mei).

    Pada kedua musim ini, Anda dapat lebih leluasa menikmati langit yang cerah dan menghirup udara segar karena pada bulan-bulan ini jumlah wisatawan tidak terlalu banyak. Anda bahkan bisa mendapatkan kesempatan untuk berfoto di tempat populer tanpa ada keramaian di latar belakang. Dengan cuaca yang tidak terlalu panas di musim semi dan tidak terlalu dingin di musim gugur, Anda juga dapat menikmati keindahan alam New Zealand dengan lebih maksimal. 

    Apakah visa dibutuhkan?

    Ketika Anda memesan tiket pesawat, membuat rencana perjalanan, dan mengepak pakaian, jangan lupa mengurus visa New Zealand. Wisatawan Indonesia perlu menyiapkan visitor visa sebelum berangkat ke New Zealand. Prosesnya dapat dilakukan online lewat laman VFS Global Centre. Biaya pengajuan visa sebesar NZD246 sudah termasuk retribusi International Visitor Conservation and Tourism (IVL) sebesar NZD35.

    Proses pembuatan visa memakan waktu sekitar 20 hari kerja atau bahkan bisa lebih cepat, namun sebaiknya Anda mengirimkan aplikasi sedini mungkin untuk menghindari kejadian tak terduga. Untuk informasi lebih jelas mengenai dokumen apa yang harus disiapkan dan lain-lain, Anda bisa berkunjung ke laman Imigrasi Pemerintah New Zealand.

    Beberapa penerbangan menuju New Zealand akan transit di Singapura atau Australia sekitar 3 atau 5 jam, namun apabila Anda transit di Australia selama lebih dari 8 jam, Anda harus menyiapkan visa transit Australia. Pastikan Anda mengikuti panduan cara untuk mendapatkan visa transit sebelum Anda berangkat ke New Zealand. 

    Musim panas di New Zealand berlangsung dari Desember sampai Februari. Foto: Maverick

    New Zealand tidak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman budaya.

    Di samping terkenal akan pemandangan alamnya yang indah dan menakjubkan—mulai dari fyord yang mengagumkan sampai pegunungan yang mempesona—New Zealand juga terkenal dengan kebudayaannya dan warganya yang ramah. Belum lengkap rasanya berkunjung ke negara ini jika belum merasakan pengalaman bersama suku Maori.

    Anda dapat menikmati pwhiri, upacara tradisional penyambutan tamu suku Maori yang hangat lewat sambutan resmi, tari-tarian, nyanyian dan tentu saja salam khas Maori, Hongi (ritual saling menempelkan hidung yang menciptakan koneksi ‘napas kehidupan’ di antara kedua orang). Anda juga dapat belajar beberapa kata dalam bahasa Maori, seperti ‘Kia Ora’ (sapaan khas Maori) untuk membuka percakapan dengan warga New Zealand, yang juga dikenal dengan sebutan ‘Kiwi’.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.