Bulgaria, Wisata Era Uni Sovyet dan Romawi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benteng di Veliko Tarnovo di Pegunungan Balkan, Bulgaria. Foto: Darmon Richter

    Benteng di Veliko Tarnovo di Pegunungan Balkan, Bulgaria. Foto: Darmon Richter

    TEMPO.CO, JakartaBulgaria memiliki keunikan sejarah yang unik. Sebagai bekas anggota Pakta Warsawa, negeri itu memiliki banyak peninggalan era Uni Sovyet. Meski sejak 2004 bergabung dengan NATO, para orang-orang tua generasi Uni Sovyet masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Moskow.

    Selain peninggalan Uni Sovyet, Bulgaria memiliki memiliki ikatan yang kuat dengan Imperium Roma. Dua budaya itu bertemu di Sofia – pusat pemerintahan Bulgaria. Sofia memiliki banyak situs bersejarah, berupa reruntuhan Romawi dan gereja-gereja abad keempat. Terdapat pula Museum Seni Sosialis untuk menampung patung dan monumen yang diselamatkan dari tempat pembuangan sampah di seluruh negeri, saat keruntuhan Uni Sovyet. 

    Museum ini menampung memorabilia tentang Lenin dan berbagai karya seni dan lukisan politik propaganda Era Perang Dingin. Sementara spot yang menyejukkan terletak di jantung kota Sofia: taman "Borisova Gradina" Sofia. Dari taman yang rimbun itu, Kedutaan Besar Rusia dan Hotel Moskva, Observatorium Astronomi, dan Fraternal Barrow tampak megah. Uni Sovyet juga tampak hidup kembali di tengah taman, melalui patung-patung bergaya sosialis-realis khas Blok Eropa Timur. Bahkan restoran di sekitar taman masih mengangkat kejayaan Uni Sovyet. 

    Monumen persahabatan Bulgaria-Rusia yang dinamai Buzludzha Memorial House. Monumen ini untuk mengenang persatuan dua negara melawan invasi Turki Otoman. Foto: Darmon Richter

    Spot menarik di Bulgaria berada di kaki Pegunungan Balkan, tepatnya di kota Koprivshtitsa untuk belajar tentang pahlawan revolusioner lokal dan mencicipi makanan khas kuliner lokal. Di sinilah hidangan autentik Bulgaria berasal. Di puncak pegunungan Balkan itu terdapat Arch of Liberty, sebuah monumen raksasa yang terletak di ketinggian 1.520 meter (4.986 kaki) di Beklemeto Pass.

    Pegunungan Balkan tak hanya menampung makanan enak dan monumen era Uni Sovyet, di punggung perbukitannya terdapat Troyan, sebuah kota yang terkenal dengan anggurnya yang terbaik dan brendi. Di sinilah wine terbaik dari Bulgaria berasal. Bahkan, ada rumah-rumah semacam bar, yang didedikasikan untuk mencicipi wine yang telah dikuratori. 

    Sebagai mitra Uni Sovyet terdekat, bentuk persahabatan antar anggota Pakta Warsawa juga berada di Bulgaria. Di Balkan terdapat Banner of Peace, yang terdapat lonceng-lonceng yang disumbangkan anggota Blok Eropa Timur itu. Bahkan beberapa penyumbang telah lenyap semisal Uni Sovyet, Jerman Timur, dan Yugoslavia

    Masih di punggung pegunungan Balkan, perjalanan terhenti di Veliko Târnovo. Dijuluki sebagai kota terindah di pegunungan Balkan. Pelengkap keindahan kota kecil itu berupa Biara Preobrazhenski yang merupakan milik penganut Kristen Ortodoks Bulgaria. Biara yang didirikan pada abad ke-11 itu masih berdiri dengan sabar, melewati tekanan rezim Bulgaria di masa lalu dan tanah longsor yang dramatis.

    Veliko Tarnovo sudah ada sejak zaman pertengahan. Kota Tuanya memiliki pasar loak, bengkel kerajinan, dan Benteng Tsarevets yang bersejarah. Dari Veliko Tarnovo, perjalanan dilanjutkan ke Shumen dan mengunjungi Monumen Founding Fathers Bulgaria. Monumen gigantis dan bentuk-bentuk kubisme merupakan karya seni Eropa Timur dan peninggalan Perang Dingin yang langka.

    Helm Thracian dari abad ke-4 SM, ditampilkan di pameran artefak, di Museum Arkeologi di Sofia, Bulgaria, 6 November 2018. REUTERS/Stoyan Nenov

    Selain pusat monumen era Perang Dingin, Shumen merupakan kota berbahasa Armedia, saking banyaknya imigran Armedia tinggal di sana. Bahkan hidangan restoran pun sangat bergaya Armenia. Dari Shumen, sampailah perjalanan di Pantai Laut Hitam, yang memiliki pemandian peninggalan Romawi. Pantai Laut Hitam Bulgaria, dipenuhi peninggalan masa Romawi yang disimpan dalam museum. Di dalamnya terdapat perhiasan emas tertua di dunia. Pilihan lainnya, tentu bersantai di pantai.

    Rusia dan Bulgaria memiliki ikatan yang kuat. Pada 1877-1878, dua negara itu bersatu melawan agresi Turki Ottoman. Ikatan yang kuat itu, diwujudkan dalam rupa Buzludzha Memorial House: struktur beton luar biasa, yang dirancang berbentuk piring terbang. Dulunya, Buzludzha adalah museum yang mewah. Namun sejak jatuhnya uni Sovyet, museum artistic itu ditinggalkan begitu saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?