Menikmati Sepiring Nasi Goreng Kapolda

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Sumatera Selatan yang juga Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri memasak nasi goreng untuk tamu di Warung Tongseng Bang Rio. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Kapolda Sumatera Selatan yang juga Ketua KPK Terpilih, Irjen Firli Bahuri memasak nasi goreng untuk tamu di Warung Tongseng Bang Rio. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Palembang - Nama Irjen Firli Bahuri, Kapolda Sumatera Selatan, memang sempat menjadi pembicaraan, karena terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan 2019-2023. Bila sebagian pihak meragukan kapasitasnya, namun jangan ragukan keterampilannya dalam masak memasak. 

    Awal pekan lalu, saat bersantap malam bersama staf dan keluaganya di salah satu warung tongseng di Jalan Veteran, Palembang, ia mengolah sendiri hidangannya. Malam itu dia memasak “nasi goreng kapolda” dan langsung menyajikannya di meja tamu. Layaknya koki profesional, Firli mengenakan topi koki dan celemek masak. 

    Ditemui, Rabu, 18 September 2019, Ketua KPK terpilih ini mengakui dia memasakkan para tamu yang hadir, seperti wakil kepala Polda Brigjen Rudi Setiawan dan sejumlah pejabat utama di Mapolda Sumsel lainnya.

    Bukan kali ini saja dia memasak untuk tamu dan keluarganya melainkan “profesi” itu sudah dia lakoni sejak lama. Kepiawaianya memasak dimulai saat  belia dan masih tinggal di kampungnya, Desa Lontar, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

    Malam itu dia menyiapkan nasi putih, bumbu penyedap, garam, kecap serta telur. Sedangkan sebagai penghias atau garnisnya, Firli mengambil sejumlah sayuran hijau serta buah tomat berwana merah dan tak lupa buah mentimun. Ia mengambil botol saus untuk memperkuat rasa dan mempercantik tampilan “Nasi Goreng Kapolda” buatannya. Sementara di meja makan sudah tampak menunggu beragam cemilan lainnya seperti kerupuk dan sate.

    “Saya memang hobi masak karena saya ini merupakan anak bungsu,” katanya. Bagi orang kampung, kata Firli anak bungsu tidak identik dengan manja akan tetapi justru sebaliknya, termasuk urusan makan.

    Menurut Firli sejak kecil dia diajarkan hidup mandiri termasuk untuk urusan makan dan minum semuanya diurus sendiri. Bahkan segala keperluan sekolah dia juga jarang merepotkan orang tua dan sanak saudaranya. Kebiasan tersebut berlangsung terus menerus, hingga akhirnya dia harus meninggalkan kampungnya untuk bersekolah di kota Palembang dan selanjutnya menjadi taruna di akademi militer.

    “Nanti suatu waktu saya ajak wartawan untuk menikmati nasi goreng masakan saya,” ujarnya ketika ditemui seusai salat Istisqo dan doa bersama meminta hujan. Dia melanjutkan, sebagai anak bungsu, dirinya sangat berbeda dengan kebanyak anak-anak dewasa ini yang cenderung manja pada orang tua dan sanak saudaranya.

    Firli kecil justru terbiasa berjuang sendiri dan berupaya memenuhi kebutuhannya secara mandiri pula. “Kalau di kampung anak bungsu itu harus berjuang sendiri.”

    Kepala bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan Kapolda Sumsel, Irjen Firli didampingi Ketua PD Bhayangkari Sumsel, Dina Firli menjalin malam keakraban bersama jajaran Polda Sumsel bertempat di Warung Tongseng Bang Rio, Jl. Veteran No. 4004 Palembang, Senin malam.

    Irjen Firli Bahuri Kapolda Sumsel yang juga Ketua KPK Terpilih menyiapkan nasi goreng untuk para pengunjung di Warung Tongseng Bang Rio. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Kapolda terlihat piawai mengolah nasi putih hangat yang dipadukan bersama dengan bumbu yang diracik sendiri. Setelah itu, Irjen Firli juga menghiasi sajian nasi goreng yang dibuatnya dengan sayuran segar. “Kapolda juga langsung menyajikan untuk para tamu yang hadir,” kata Supriadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?