Objek Wisata Pakai Nama Presiden: Habibie, Soeharto, Soekarno

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Setidaknya ada 3 daerah yang menjadi bakal calon ibu kota negara, yaitu Bukit Nyuling (Gunung Mas, Kalimantan Tengah), Bukit Soeharto (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Setidaknya ada 3 daerah yang menjadi bakal calon ibu kota negara, yaitu Bukit Nyuling (Gunung Mas, Kalimantan Tengah), Bukit Soeharto (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa objek wisata sengaja menyematkan nama tokoh agar mudah diingat. Sebagaimana nama jalan di suatu daerah, nama pahlawan dan nama presien pun bisa menjadi nama dari suatu objek wisata.

    Bukan sembarang menyematkan nama presiden tentunya. Tentu ada cerita yang melatari penggunaan nama presiden di suatu tempat.


    Berikut lima objek wisata yang menggunakan nama presiden Indonesia.

    • Tugu Soekarno
      Tugu Soekarno merupakan objek wisata bersejarah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tugu Soekarno terletak di Jalan S. Parman, di tepi Sungai Kahayan, tak jauh dari bundaran besar sebagai pusat Kota Palangkaraya.

      Tugu ini menjadi saksi sejarah karena di sana Presiden pertama RI itu pernah meletakkan tiang pancangnya dan menyatakan Palangkaraya sebagai calon ibu kota negara. Saat itu, Soekarno mengajak duta besar Rusia, D.A. Zhukov dan Duta Besar Amerika Serikat, Hugh Cumming Jr berkeliling Kota Palangkaraya.

    • Bukit Soeharto
      Nama lengkapnya Taman Hutan Raja Bukit Soeharto. Letaknya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dengan luas lebih dari 61 ribu hektare.

      Kawasan ini diberi nama Soeharto karena pernah melakukan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda melalui bukit tersebut. Soeharto kemudian menetapkan kawasan tersebut sebagai Hutan Lindung.

    • Puncak Habibie
      Puncak Habibie berada di Jalan Cisolok, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejatinya nama Habibie dilekatkan sebelum menjadi presiden. Tepatnya pada tahun 1991, BJ Habibie yang saat itu menjadi Menteri Riset dan Teknologi memerintahkan pendirian radar udara di tempat tersebut.

      Sejak itu, Bukit Kembang yang semula menjadi nama spot tersebut berubah menjadi Puncak Habibie. Kini Puncak Habibie menjadi destinasi wisata alam, terutama bagi mereka yang melintas di jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Banten.

    • Kebun Raya Megawati
      Mungkin sebuah kebetulan ada kebun raya di Korea yang bernama Megawati, nama Presiden Kelima RI. Kebun Raya Megawati berada di kawasan Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan. Di kebun raya ini terdapat berbagai flora dan fauna yang sengaja dipelihara maupun yang liar.

    • Kampoeng Jokowi
      Kampoeng Jokowi adalah nama untuk kawasan Perkebunan Teh Nusantara VIII Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat. objek wisata itu sebelumnya bernama Kampung Cipinang. Pada awal 2017, namanya menjadi Kampoeng Jokowi dengan alasan banyaknya penduduk yang mengidolakan Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi.

      objek wisata memiliki 40 rumah dengan arsitektur bangunan peninggalan Belanda. Rumah-rumah itu dicat warna-warni sehingga memberi kesan yang menyegarkan. Di area seluas sekitar 4 hektare, wisatawan bisa memilih aneka spot foto yang unik atau mampir ke perkebunan teh yang letaknya tidak jauh dari Kampoeng Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.