9 Tempat Terbaik Mendengarkan Jazz dan Indie di Seoul

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Once In A Blue Moon salah satu destinasi berkumpulnya musisi jazz Korea Selatan. Foto: @newtypetrumpet

    Once In A Blue Moon salah satu destinasi berkumpulnya musisi jazz Korea Selatan. Foto: @newtypetrumpet

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan mungkin dikenal dengan K-Pop, tetapi dunia musik di Seoul jauh melampaui popularitas K-Pop dan drama Korea yang gemerlap itu. Sebelum dua budaya pop itu mendunia, Seoul merupakan pusat musisi jazz dan heavy metal. Kota ini adalah rumah bagi sejumlah klub dan bar yang menampilkan berbagai genre musik.

    Inilah sembilan lokasi untuk mendengarkan musik jazz dan indie di Seoul yang dinukil dari The Culture Trip.

    Once In A Blue Moon

    Ketika Once in a Blue Moon membuka pintunya petama kalinya pada tahun 1998, ia menjadi bar pertama yang memperdengarkan jazz untuk pertama kalinya kepada umum. Once In a Blue Moon, sadar benar, mereka adalah bagian dari sejarah jazz di Korea Selatan, sebab itulah tak ada renovasi yang berarti pada eksterior dan interiornya.

    Bangunan tiga lantai itu menyelenggarakan dua pertunjukan musisi lokal setiap malam. Alunan musik jazz itu bakal membuat Anda berpindah dimensi dari Cheongdam-dong langsung ke New Orleans. Dengan lebih dari 100 koleksi wine, menu koktail eklektik yang dinamai dengan nama musisi jazz, dan masakan kelas satu, Once in A Blue Moon masuk daftar bar terbaik di dunia. 

    Club FF mewadahi musisi jazz dan indie. Foto: @fband_fanpage_fband •

    Club FF

    Sebagai salah satu klub indie yang paling lama berjalan di Hongdae, Club FF terus berkerumun di antara kerumunan dengan susunan pembunuh dan beragam musik yang jarang ditemukan di tempat lain di semenanjung. Setelah menampilkan nama-nama seperti The Koxx, Yellow Monsters, Galaxy Express, dan Guckkasten, tempat tersebut mungkin merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati dosis rock yang sehat, tetapi juga menyoroti lampu sorot punk, ska, dan heavy metal dari waktu ke waktu. Happy hour all-you-can-drink (diadakan dari 11 hingga tengah malam) hanya menambah suasana ruang bawah tanah yang kotor tapi menyenangkan, dan seringkali menghasilkan pesta dansa sepanjang malam yang berlangsung hingga matahari terbit.

    Jazz Story hadir dengan suasana gedung yang dinding dan tiang betonnya terkelupas, namun di sini kemewahan menampilkan diri dalam kesederhaan. Foto: @silvia_jooyeon

    Jazz Story

    Di jantung distrik Hyehwa, Seoul, ada satu bar yang tak boleh dilewatkan: Jazz Story. Tempat itu populer sebagai bar dengan musik live dan suasana yang mempesona. Di sini, pengunjung dapat bersantai di interior eklektik berhias barang-barang seperti pesawat terbang buatan tangan yang menggantung di atas panggung.

    Patung-patung Otherworldly menghiasi bar yang terbuka dan dinding beton yang rusak, sementara lilin-lilin yang menetes menciptakan suasana romantis. Bar dibuka pada 8.30 malam (dan pukul 8 malam pada hari Minggu), yang memainkan segala genre jazz mulai dari Louis Armstrong dan ABBA hingga John Mayer.

    Club BBang

    Menganggap dirinya sebagai 'ruang aman' bagi para pemain dan penonton, Club BBang telah menjadi ujung tombak kancah musik indie sejak tahun 1994, saat masih berlokasi di area Universitas Ewha Womans. Sekarang lokasinya berada di Hongdae, ruang bawah tanah bohemian-esque. 

    Club BBang berkomitmen menjamin kebebasan berekspresi musisi di depan audiensi kecil tetapi tidak menghakimi. Selain mempertontonkan pemain solo dan band, Club BBang juga menyelenggarakan pemutaran film dan pameran seni.

    Musisi jazz lokal memperoleh tempat terhormat di Club Evand. Foto: @deanpeloso

    Club Evans

    Dinamai setelah legenda jazz Bill Evans meninggal dunia, Club Evans tidak diragukan lagi adalah salah satu tempat terbaik untuk jazz di Korea Selatan. Klab ini ramai setiap hari terutama di akhir pekan. Pengunjung datang dari seluruh semenanjung Korea, untuk menyaksikan pertunjukan lokal dan internasional. Club Evans menampilkan berbagai subgenre jazz, bahkan beberapa band menambahkan instrumen tradisional Korea ke dalam komposisinya.  

    J.J. Mahoney’s

    Bertempat di ruang bawah tanah Hyatt Hotel di Itaewon, JJ menawarkan sembilan area terpisah yang dihiasi dengan perabotan mewah seperti tempat duduk kulit, lantai mahoni, permadani Persia, dan banyak perabot antik. Namun demikian, suasananya ramai (dan terkadang gaduh), dan profil yang hadir adalah profesional muda yang ingin bersenang-senang.

    All That Jazz merupakan klab jazz pertama di Seoul. Foto: @hae.ri.fl

    Boogie Woogie

    Sementara sebagian besar bar musik Seoul menampilkan pertunjukan langsung di akhir pekan saja, Boogie Woogie adalah tempat yang menampilkan pertunjukan live setiap malam dalam seminggu. Berlokasi  di Gyeongnidan-gil - hanya sepelemparan batu dari Itaewon - bar mengadakan pertunjukan yang berbeda setiap malam. Band beraneka ragam genre termasuk jazz klasik, modern, dan fusion serta funk, soul, dan hard bop. Dengan suasana yang semarak, minuman yang enak, dan makanan spesial setiap hari, pecinta musik tak salah tempat bila bersantai di Boogie Woogie.

    All That Jazz

    Sering disebut sebagai 'kakek bar jazz di Korea,' All That Jazz adalah bar jazz pertama di negara Korea Selatan yang buka sejak 1976. Sejak didirikan, ia secara konsisten bertujuan untuk memperkenalkan jazz kepada khalayak ramai. Mereka juga berkomitmen menampilkan musisi Korea semisal pemain saksofon Jung Sungjo dan drummer Ryu Boksung, yang masih sering bermain di panggung bar.

    Saat ini, All That Jazz juga menampilkan band-band kontemporer seperti Kuma Park dan JHG. Lokasinya di kawasan kehidupan malam di Itaewon, All That Jazz menjadi tempat yang tepat untuk kencan malam atau tujuan makan malam.  

    Strange Fruit menampilkan berbagai genre musik. Foto: @deanpeloso

    Strange Fruit

    Jangan biarkan bar suram ini menipu Anda. Meskipun tempatnya kecil, sempit, dan tanpa panggung, tetapi Strange Fruit adalah tuan rumah beberapa aksi indie terbaik di Seoul.

    Saat didirikan, para pengelola berkomitmen musik sebagai kekuatan pemersatu. Strange Fruit mengklaim dirinya sebagai ruang komunitas untuk menikmati dan berdiskusi tentang lagu-lagu, para seniman, dan musik yang menyatukan mereka.

    Selain pertunjukan musik, yang berkisar dari jazz dan heavy metal hingga glam rock dan girl punk, tempat ini menyajikan wiski murah dan koleksi CD yang tak ada habisnya. Dan membuat tempat ini wajib dikunjungi bagi penggemar musik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.