Ini Alasan Musim Gugur Harus ke Jepang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warna-warni kebun bunga di Hokaido. Foto: @1000_amazingplaces

    Warna-warni kebun bunga di Hokaido. Foto: @1000_amazingplaces

    TEMPO.CO, JakartaMusim panas terlalu biasa untuk dilewatkan dengan melawat ke luar negeri. Sesekali, cobalah pelesiran ke mancanegara pada musim gugur. Jepang merupakan destinasi wisata musim gugur yang populer.

    Musim gugur di negeri matahari terbit itu, sekira September hingga Oktober. Di musim-musim seperti itu, Jepang dalam puncak pesonanya. Cuaca yang bersahabat dan bahan pangan "dibungkus" udara yang sejuk. Walhasil di musim gugur, kuliner Jepang juga mencapai titik tertinggi cita rasanya.

    “Pemandangan daun-daun saat musim gugur itu indah sekali. Saat musim gugur itu cuacanya paling nyaman, tidak terlalu panas atau dingin," kata Direktur Senior JNTO Jakarta Shogo Isobe. Saat musim gugur dedaunan semakin cerah warnanya.

    Maka, ujar dia, beberapa aktivitas pun bisa dinikmati pelancong untuk menikmati pemandangan di Jepang. "Bisa trekking, mendaki gunung, atau bersepeda," ujarnya. Berikut destinasi-destinasi wisata utama di Jepang selama musim gugur.

    Hokaido

    Hokkaido merupakan ikon wisata alam Jepang. Dihuni secara massif sejak abad ke-18, namun pengunungan, dataran tinggi, sungai, danau, laut dan langit birunya masih terjaga dengan baik. Sapporo merupakan pintu masuk utama Hokkaido dari Tokyo dan Osaka.

    Saporo memiliki Taman Odori lokasi Festival Salju Sapporo yang rutin dihelat setiap Februari. Monumen bersejarah Sapporo yaitu, Clock Tower Building (Menara Jam) menyatu dengan sebuah museum yang memamerkan sejarah kota itu. Resor sumber air panas populer semisal Jozankei Spa melengkapi kenyamanan di Saporo.

    Saporo memiliki Danau Shikotsu yang hanya berjarak sejam perjalanan dengan bus dari Sapporo. Shikotsu merupakan danau kaldera yang indah, berada di antara tebing-tebing yang menjulang. Airnya berwarna biru tua, dan tidak pernah membeku. Tak jauh dari danau indah itu, terdapat Danau Kaldera Toya dengan empat pulau berhutan lebat di tengahnya. Kepulauan yang dinamai Nakanoshima itu, mempercantik panorama danau.

    Ada empat tempat bermain ski di Hokaido, yang terkonsentrasi di Gunung Nisekoannupuri. Tempat bermain ski yang sangat luas ini berada di ketingian 1.308,5m. Selain bermain ski dan arung jeram, wisata lainnya adalah melihat lumba-lumba dan paus, menunggang kuda, trekking di daerah berhutan, menaiki balon udara, dan masih banyak lagi.

    Kebun bunga di taman Kanto. Foto: @scottspencer1971buddah

    Kanto

    Gunung Takao bisa jadi permulaan menjelajahi keindahan Kanto. Setinggi 599 meter, bukit ini merupakan destinsi populer untuk menikmati musim gugur. Pada musim itu, bunga prem bermekaran menghiasi kuil di puncaknya.

    Pecinta kuliner bisa mengunjungi Yokohama, kota terbesar kedua di Jepang, yang berlokasi di Kanto. Inilah kota multinasional pertama di Jepang, yang dibuka untuk warga asing saat Restorasi Meiji (1868 – 1911). Kota ini menyajikan kuliner seafood kelas satu di kawasan “Minato Mirai 21”. Rekreasi dengan kuliner bisa didapat pula di Yokohama China Town (Pecinan Yokohama).

    Selama di Kanto, jangan lewatkan perfektur Hakone, yang hanya sejam dari Stasiun Shinjuku, Tokyo. Hakone dikenal karena keindahan alamnya, termasuk Taman Nasional Fuji – Hakone – Izu. Kota itu memiliki museum terbuka dengan ratusan patung. Selain itu sumber air panas banyak ditemukan di Hakone -- yang sempurna untuk melepas lelah.

    Kegiatan lainnya adalah berpesiar mengelilingi Danau Ashi, menikmati pemandangan Gunung Fuji yang indah. Sedangkan di Owakudani, atraksi yang bisa dilihat adalah uap air dan asap belerang yang keluar dari celah-celah bebatuan.

    Sementara di Nikko, wisatawan bisa mengunjungi Kuil Toshogu yang menjadi lokasi makam pendiri keshogunan Tokugawa. Kompleks ini merupakan puncak arsitektur klasik Jepang, karena penampilannya yang mewah dan kerumitan dekorasinya. Kuil-kuil di Nikko termasuk Nikko Toshogu terdaftar sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

    Kastil era Shogun Tokugawa di Chubu. Foto: @lisaliecute

    Chubu

    Wilayah Chubu berada di jantung kepulauan Jepang. Penduduknya masih mempertahankan gaya hidup tradisional. Nagoya merupakan ikon wisata Chubu, yang populer dengan industri porselen, vernis, “shibori-zome” atau kain jumputan, serta kesenian dan kerajinan Jepang lainnya. Di dekat pusat kota terdapat Benteng Nagoya, yang awalnya adalah tempat tinggal dan markas besar militer klan Tokugawa. Tokugawa Art Museum (Museum Seni Tokugawa) memiliki lebih dari 10.000 benda seni yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga Tokugawa. 

    Sementara di Inuyama, sekitar 30 menit dengan kereta api dari Nagoya, terdapat benteng berdinding putih, yang merupakan benteng tertua di Jepang. Chubu memiliki wisata alam di Taman Nasional Ise-Shima memiliki Ise Grand Shrine (Ise Daijingu atau Kuil Agung Ise) serta banyak tempat pengambilan mutiara di sepanjang pesisirnya yang indah. 

    Bagi pecinta budaya Jepang, datanglah ke Shirakawa-go yang terkenal di dunia sebagai rumah petani tradisional: beratap miring dari jerami atau bergaya “gassho-zukuri”. Beberapa di antaranya ditawarkan sebagai penginapan yang dikelola keluarga. Daerah permukiman tradisional “gassho-zukuri” di Shirakawa-go dan Gokayama terdaftar sebagai warisan budaya dunia UNESCO pada Desember 1995.

    Kyoto memiliki banyak kuil yang menjadi warisan budaya UNESCO. Foto: iekuzimihs

    Kansai

    Wilayah Kansai telah berkembang menjadi pusat perdagangan di Jepang sejak dahulu kala. Kyoto teletak di Kansai, yang merupakan ibu kota Jepang selama 1.200 tahun. Kota ini menjadi warisan budaya UNESCO sejak 1994, dengan 17 kuil Buddha dan Shinto yang tersebar di Kyoto, Uji, dan Ozu. 

    Di pusat kota Kyoto, Anda dapat menemukan Istana Kekaisaran Kyoto, yang dikenal sebagai puncak arsitektur Jepang karena kesederhanaannya. Di dekatnya terdapat Benteng Nijo yang lebih mewah, tempat tinggal Shogun Tokugawa saat sesekali mengunjungi kota ini.

    Sementara di kota Nara, terdapat Taman Nara, yang sangat populer sebagai Taman Rusa karena banyaknya rusa jinak berkeliaran di sini. Nara juga menjadi kota tua bersejarah, yang bertabur kuil seperti Todaiji, Kofukuji, Kasuga Taisha, Yakushiji, dll. Pada tahun 1998 kuil-kuil ini didaftarkan sebagai warisan budaya dunia yang mewakili Jepang.

    Di sebelah barat, terdapat Kuil Kofukuji, didirikan pada tahun 710. Banyak patung Buddha berharga dipamerkan di National Treasure House (Museum Kekayaan Nasional) dan di dekatnya terdapat pagoda bertingkat lima yang bayangannya terpantul di kolam Sarusawa. 

    Bila ingin pemandangan yang modern, datanglah ke Kobe, kota pelabuhan yang berkembang pesat sejak Restorasi Meiji pada 1868. Bersama Yokohama, Kobe memiliki kawasan permukiman ekspatriat abad 19, yang menarik untuk dinikmati sembari berjalan santai.

    Malam hari merupakan saat yang tepat menikmati Kobe dengan Kobe Port Tower (Menara Pelabuhan Kobe) yang menjulang setinggi 108 meter, dan menyala indah pada malam hari.

    Di seberangnya terdapat Kobe Harborland, sebuah tempat di tepi laut yang baru berkembang. Pada malam hari, tempat ini ramai dengan kerumunan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan malam hari kota pelabuhan itu. Kobe juga memiliki petilasan perang, berupa Benteng Himeji – yang merupakan salah satu dari empat situs warisan dunia UNESCO yang ada di Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.