Minggu, 22 September 2019

20 Tahun Timor Leste Merdeka, Inilah Spot Wisata Unggulannya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 2.200 penari dari Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur menarikan drama tari Antama atau Berburu Masuk Hutan dalam perayaan Festival Fulan Fehan di puncak Gunung Lakaan, pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Tahun ini merupakan kali kedua diadakan untuk menunjukkan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini menjadi wilayah perbatasan paling damai di dunia. Fadwa Muhammad Fahrudin/TelusuRI

    Sekitar 2.200 penari dari Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur menarikan drama tari Antama atau Berburu Masuk Hutan dalam perayaan Festival Fulan Fehan di puncak Gunung Lakaan, pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Tahun ini merupakan kali kedua diadakan untuk menunjukkan wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini menjadi wilayah perbatasan paling damai di dunia. Fadwa Muhammad Fahrudin/TelusuRI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah menjadi provinsi ke-27 Indonesia, Timor Leste merdeka pada 30 Agustus 1999. Negeri di ujung timur kepulauan Timor itu, merdeka melalui referendum dengan 75 persen rakyatnya ingin lepas dari Republik Indonesia. 

    Timor Leste kini menjadi negeri tetangga terdekat Indonesia. Masyarakat di sana umumnya bisa berbahasa Indonesia dengan baik, sehingga berwisata ke negeri itu serasa seperti di wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya. Bedanya, Timor Leste masih menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Di negeri mungil itu pariwisata berderap, dengan wisata bahari sebagai unggulan. 

    “Cristo Rei” atau Patung Kristus Raja

    Ikon wisata religi di Timor Timur terdapat pada Patung Kristus Raja. Patung tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 15 Oktober 1996 oleh Presiden Soeharto. Dengan tinggi 27 meter, patung Kristus itu, merupakan yang tertinggi kedua setelah Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil. Patung Kristus itu mencapai 38 meter. Patung yang dibangun pada 1996 itu, menjadi simbol integrasi Timor-Timur ke Indonesia. Tinggi 27 meter merupakan simbol Timor Timur sebagai provinsi ke-27 Indonesia. 

    Dari patung ini, sejauh mata memandang adalah hamparan pantai yang berpasir putih. Lanskap Timor Timur terlihat jelas, bahkan dari bawah pun keindahan Cristo Rei berpadu dengan langit biru menjadi pemandangan yang indah.

    Pantai Pasir Putih

    Sepelemparan batu dari Patung Kristus Raja, terdapat pantai yang disebut warga Dili sebagai Pantai pasir Putih. Disebut begitu karena pasirnya berwarna putih berkilauan. Sebagai pantai di dekat kota, ia menjadi spot warga Dili untuk bersantai menghabiskan pagi atau sore. Pantai ini kian ramai terutama pada saat musim libur natal dan tahun baru. 

    Santa Cruz

    Kompleks pekuburan Santa Cruz menjadi pemakaman sekaligus monumen. Di situlah gugur ratusan martir dalam peristiwa Santa Cruz pada 1990-an. Saat itu unjuk rasa damai diprovokasi sehingga terjadi kekerasan antara aparat militer dengan warga Dili. Kasus ini merupakan batu lompatan kemerdekaan Timor Leste. Santa Cruz menjadi makam bagi para gerilayawan Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin).

    Gunung Ramelau

    Inilah puncak tertinggi di Timor Leste. Gunung Ramelau terdapat di distrik Ainaro, dan merupakan gunung tertinggi di Timor Leste. Gunung ini memiliki keindahan yang luar biasa, dengan patung Bunda Maria yang megah di puncaknya. Selain untuk wisata pendakian, Gunung Ramelau ini juga merupakan tempat ziarah. Setiap bulan, umat Katolik Timor Leste berziarah di sana dalam dingin 18-22 derajat.

    Pulau Jaco, ikon pariwisata Timor Leste. Foto: @laxmiii_sbdr

    Pulau Jaco

    Membincangkan Pulau Jaco, seperti membincangkan keindahan Taman laut Pulau Komodo, Labuan Bajo, dan juga Raja Ampat. Pulau Jaco berada di ujung Timor Leste, tepatnya di distrik Lautem. Untuk menuju ke pulau itu, biasanya menggunakan perahu nelayan dengan biaya US$10. Airnya yang jernih dengan pantai pasir putih, merupakan lokasi yang sempura untuk berjemur dan berenang. Tentu, banyak spot selam dan snorkeling di pulau itu. Ia juga disebut sepotong surga di Timor Leste.

    Patung Paus Yohanes II

    Selain patung Kristus Raja, di sini juga terdapat patung Paus Yohanes Paulus. Pemimpin tertinggi Gereja Roma itu pernah berkunjung ke Timor Leste pada 12 Oktober 1989. Untuk mengenang kedatangannya, pemerintah Timor Leste membuat replika patung Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2007. Sebagai lokasi wisata religi, sekitar lokasi patung Paus Yihanes Paulus digunakan untuk berwisata. Di dekat area patung tersebut juga terdapat danau indah, Danau Tasi Tolu.

    Kota Tua Baucau

    Sejak zaman penjelajahan, sekitar abad 17, Timor Leste merupakan jajahan Portugis. Sisa-sisa kejayaan rempah-rempah bisa didapat di Kota Baucau. Kota tua itu kerap disebut sebagai Vila Salazar sesuai dengan nama diktator Portugis yang menguasai Baucau: Antonio de Oliviera Salazar. Portugis pada era kolonial mengatur Rimor Timur dari kota itu. Selain bangunan-bangunan tua peninggalan Portugis, terdapat hotel dan pasar yang sama tuanya dengan usia Timor Leste.

    Hotel Pousada merupakan hotel sejak era Portugis. Foto: @orrikle


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe