Persiapan Festival Budaya Lembah Baliem Hampir 100 Persen Oke

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak melemparkan tombak ke lingkaran rotan dalam permainan Puradan di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Tempo/Rully Kesuma

    Anak-anak melemparkan tombak ke lingkaran rotan dalam permainan Puradan di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Budaya Lembah Baliem telah berusia 30 tahun. Sejak digelar pada 1989, festival budaya ini telah memikat wisatawan internasional dan nusantara. Festival tersebut kini menjadi Ikon Pariwisata Papua di mata dunia.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua, memastikan kesiapan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang digelar pada 7-10 Agustus 2019 mencapai 99 petrsen.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Distrik Welesai, Kabupaten Jayawijaya, yang memantau kesiapan FBLB, memastikan hanya sedikit pembenahan yang diperlukan untuk menyukseskan festival tersebut.

    "Dari gladi, saya melihat ada koreksi sedikit yang akan dibenahi paling lambat besok. Semua tahapan sudah jalan sesuai yang kami inginkan," ujar Jhon.

    Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode tersebut menyatakan tamu undangan atau rombongan duta besar, dipastikan sudah tiba di Wamena pada Selasa (6/8), "Pejabat dari Kementerian Pariwisata sudah ada di Jayapura pada Selasa. Pukul 08.00 dari Jayapura, mereka ke Wamena. Diperkirakan mereka pukul 10.00 sudah di Sentani," ujar Jhon.

    Untuk memperlancar akses kendaraan ke lokasi FBLB, pemerintah Kabupaten Jayawijaya sudah melakukan perbaikan agar tak ada lagi pengunjung yang jatuh akibat jalan yang kurang baik. Pihaknya telah bekerja sama dengan kontraktor untuk memperlebar dan menghaluskan jalan yang berlubang.

    Dalam situs resmi Festival Lembah Baliem, disebutkan acara ini nantinya diisi dengan atraksi kolosal perang-perangan, tari-tarian tradisional (ethai) dan seni merias tubuh dengan ragam aksesoris karya suku Hubula.

    Selain itu terdapat pertunjukan alat musik tradisional (pikon dan witawo), atraksi memasak tradisional (bakar batu), permainan anak (puradan dan sikoko), lempar sege dan karapan babi. 

    Atraksi tersebut selalu ditampilkan dan dilombakan setiap tahun saat Festival Lembah Baliem berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.