Natal di Bulan Juli, Nikmati Salju Buatan di Winter Night Market

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pintu Gerbang Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan

    Pintu Gerbang Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Lagu - lagu Natal langsung menyambut para pengunjung saat sampai di Queen Victoria Market, Melbourne Australia. Beberapa di antara mereka menari-nari mengikuti irama lagu Natal yang dinyanyikan Mariah Carrey. Beberapa pengunjung lain berselfie atau berfoto bersama beberapa pohon natal dengan lampu warna warni yang terpajang di dekat pintu utama.

    Salju buatan dan suasana Natal bulan Juli di Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan

    Yang paling seru adalah melihat anak kecil melompat-lompat mencoba menangkap salju-salju buatan mesin es di area itu. Walaupun saat Tempo datang ke pasar itu pada 10 Juli, namun suasana Natal yang biasanya hadir pada bulan Desember sudah sangat terasa.

    Suasana Keramaian di Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan

    Salah satu pengunjung asal Indonesia yang menikmati es buatan itu adalah Genta. Pria itu membawa serta istri, ibu dan dua anaknya menikmati salju buatan di pasar itu. “Ini pertama kali kami datang. Seru sekali,” kata Genta yang datang ke Australia menjenguk sang kakak yang sudah tinggal di Melbourne selama 1 tahun terakhir.

    Stan buah segar di Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan

    Queen Victoria Market menghadirkan tema ‘Winter Night Market’ antara 5 Juni hingga 28 Agustus. Rentang waktu itu lah Australia mengalami musim dingin. Musim dingin di Melbourne, tidak ada salju. Suhunya berkisar antara 16 hingga paling dingin 7 derajat Celcius. Namun sebagai warga Indonesia yang terbiasa bersuhu 32 derajat Celcius, suhu itu tetap saja sudah membuat menggigil, apalagi bila ditambah ada angin malam yang bertiup kencang. Namun cuaca dingin itu seolah menambah semarak suasana Natal di pasar yang terletak tidak jauh dari area Central Business Distrik (CBD) alias pusat kota Melbourne.  

    Api sebagai penghangat pengunjung di Queen Victoria Market yang kali ini bertema 'Winter Night Market', Melbourne Australia pada 10 Juli 2019.Tempo/Mitra Tarigan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.