Tips Travelling Lebih Hemat, Coba Fitur Mix and Save di Agoda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemesanan menggunakan fitur Mix and Save di layanan perjalanan online Agoda. Istimewa

    Ilustrasi pemesanan menggunakan fitur Mix and Save di layanan perjalanan online Agoda. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen perjalanan online Agoda menghadirkan fitur baru 'mix and save' untuk pelanggan yang mengutamakan kegiatan travelling berbiaya rendah. Chief Operating Officer Agoda, Omri Morgenshtern mengatakan fitur tersebut memungkinkan pelanggan berhemat sampai 50 persen.

    Omri Morgenshtern menjelaskan, penghematan sampai setengah harga bisa diperoleh jika pengguna melakukan beberapa skenario, yakni memesan kombinasi termurah dari kamar-kamar yang tersedia dalam hotel yang sama. "Kami mengamati selama ini pelanggan melakukan ‘mix and save’ versi mereka sendiri, di mana mereka membagi masa inapnya menjadi beberapa periode dan mengumpulkan diskon kamar yang berbeda untuk mendapatkan harga terbaik," kata dia dalam keterangan tertulis.

    Proses tersebut biasanya rumit dan memakan waktu. Sebab itu, Morgenshtern melanjutkan, Agoda menawarkan fitur mix and save agar pengguna melakukan penghematan yang lebih besar dan bersedia berpindah kamar saat menginap demi mendapatkan harga yang sesuai. "Padahal selama ini agen perjalanan online berasumsi pelanggan tak bersedia mengubah kamar, namun riset kami menunjukkan sebaliknya," ucap dia.

    Memanfaatkan teknologi dan hubungan antara Agoda dengan mitra akomodasi di seluruh dunia, fitur mix and save memungkinkan pelanggan membagi reservasi mereka menjadi beberapa pemesanan. Durasi akomodasi yang mengadopsi fitur mix and save berlaku untuk 2 hingga 14 malam di properti Agoda.

    "Cara ini membuat pelanggan bisa lebih berhemat dan pengelola hotel mendapat manfaat karena dapat mengoptimalkan persediaan kamar mereka," tulis Morgenshtern. "Ini merupakan metode 'hacker-rates' pertama dan bermanfaat untuk semua."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.