Apa Saja yang Permintaan Wisatawan Staycation?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumber: Shutterstock

    Sumber: Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaStaycation atau menginap dalam kota menjadi tren masyarakat urban ketika liburan. Hotel kini bukan sekadar tempat singgah, namun juga bisa menjadi destinasi wisata yang dekat dengan paket komplet.

    Baca: Mudik Sambil Staycation, Ada 4 Tips Pilih Tempat dan Aktivitasnya

    Direktur Penjualan dan Pemasaran Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Yasinta Asih mengatakan tamu staycation memiliki kebutuhan berbeda dari tamu yang menginap di hotel untuk singgah atau keperluan bisnis. Tamu staycation yang umumnya adalah keluarga ini memerlukan beberapa fasilitas, misalnya spot foto atau area untuk berkegiatan bersama.

    "Saat staycation, biasanya tamu mencari tempat untuk berfoto atau menikmati waktu luang bersama di kolam renang, pusat kebugaran, dan taman bermain anak," kata Yasinta Asih di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019. "Mereka membutuhkan tempat untuk beraktivitas bersama keluarga."

    Saat Ramadan, menurut Yasinta, pemesanan kamar hotel untuk kebutuhan staycation cukup merata. Tidak ada pekan atau hari tertentu yang spesisifik dicari guna melakukan staycation selama periode Ramadan. "Sedangkan selama periode libur Lebaran, tidak ada pemesanan untuk meeting (pertemuan) dari korporasi atau perusahaan swasta. Adanya keluarga yang liburan, staycation," ucap dia.

    Baca juga: Staycation di Bogor? Coba Menginap di Tempat Sejuk Ini

    Selama ramadan, tingkat okupansi di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta sebanyak 45 persen. "Dari 174 kamar, setiap malam atau hitungan perhari itu 45 persen terhuni," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.