Hari Bumi, Ini Tips Liburan Ramah Lingkungan di New Zealand

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi produk organik. shutterstock.com

    Ilustrasi produk organik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika semakin banyak orang bepergian ke seluruh dunia, kesadaran tentang bagaimana kegiatan wisata bisa berdampak pada lingkungan juga semakin meningkat. Bertepatan dengan Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, penting sekali masyarakat diberikan kesempatan untuk mengingat tentang pentingnya merawat bumi saat bepergian. Harapannya agar objek wisata yang kita datangi dapat terus terawat baik untuk generasi yang akan datang.

    Baca: Cara Leonardo DiCaprio Rayakan Hari Bumi

    Sebagai sebuah tujuan wisata yang terkenal dengan bentang dan keajaiban alam yang indah, New Zealand mendorong para pengunjung untuk meminimalkan tourism footprints mereka dengan menyediakan pilihan akomodasi, makanan, dan aktivitas yang ramah lingkungan.

    Jika Anda sedang merencanakan liburan, Tourism New Zealand telah mengumpulkan beberapa tips untuk menikmati liburan yang ramah lingkungan di New Zealand.

    1. Bergabung menjadi pelindung New Zealand
    Sebagai upaya untuk menjaga lingkungan, pengunjung diajak untuk terlibat dalam “Tiaki Promise” atau “Janji Tiaki”, sebuah inisiatif yang diperkenalkan oleh industri pariwisata New Zealand yang secara aktif mendorong semua pengunjung untuk menikmati New Zealand dengan cara-cara yang dapat melindungi alam, menghormati semua budaya, dan melestarikan negara tersebut untuk generasi masa depan. Pengunjung di New Zealand akan mendapat informasi tentang perilaku yang diharapkan sebelum mereka tiba dan ketika bepergian ke seluruh penjuru negeri, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengemudi dengan aman, dan menunjukkan perhatian dan kepedulian pada sesama. Pengunjung dapat menunjukkan dukungan mereka di media sosial dengan menggunakan tagar #tiakipromise.

    “Janji Tiaki” memiliki fondasi yang kuat dan bermakna dalam budaya dan tradisi suku asli Mori. Suku Mori percaya bahwa semua hal saling berhubungan; manusia dan bumi adalah satu kesatuan. Mereka percaya bahwa jika kita menjaga bumi, maka bumi juga akan menjaga kita. Walaupun diperkenalkan oleh tradisi Mori, konsep ini telah menjadi sebuah bagian dari budaya kolektif New Zealand sebagai sebuah bangsa dan disebut sebagai “kaitiakitanga”.

    2. Menginap di penginapan ramah lingkungan
    Berlokasi dekat kaki pegunungan Richardson dan gunung Humboldt, Camp Glenorchy adalah sebuah akomodasi yang menggunakan energi ramah lingkungan (Net Zero) pertama di New Zealand yang dibangun dengan standar keberlanjutan kelas dunia. Akomodasi bangunan ramah energi ini juga memiliki sistem pencahayaan efektf, toilet kompos, dan dilengkapi dengan taman surya di seluruh deretan kabin, penginapan sederhana, dan lokasi campervan nya.

    Untuk pilihan yang lebih mewah namun tetap ramah lingkungan, Anda dapat menginap di Manawa Ridge Luxury Eco Retreat. Dibangun dari balok daur ulang, batu bata lumpur, dan dinding jerami, Anda bisa menikmati akomodasi bernuansa artistik dan mewah. Berlokasi di puncak bukit area Coromandel New Zealand, para pengunjung juga bisa menikmati pemandangan 360 derajat ke arah Pantai Waihi, Samudra Pasifik, dan Pantai Coromandel langsung dari setiap kamar.

    3. Menikmati petualangan ramah lingkungan
    Pengalaman Anda mengunjungi New Zealand bisa berisi berbagai kegiatan alam yang menyenangkan sekaligus merawat bumi di saat yang bersamaan. Anda dapat “terbang” melintasi pepohonan dan terhubung kembali dengan alam dengan mengikuti tur Kanopi Rotorua yang pernah mendapatkan penghargaan. Di sini, Anda dapat belajar tentang ekosistem hutan New Zealand, satwa liar asli, dan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan untuk menjauhkan alam dari berbagai macam ancaman. Anda juga dapat merasakan berada di ketinggian 40 meter di atas kanopi hutan yang belum terjamah.

    Setelah melayang tinggi di udara, Anda bisa pergi ke bawah tanah ke dalam gua-gua di Waitomo di mana terdapat spesies asli cacing pijar, yaitu larva karnivora kecil yang menarik mangsanya dengan cara mengeluarkan sinar. Gua-gua tersebut memiliki aliran air yang mengalir di bagian bawah, sehingga Anda bisa menaiki rakit menyusuri aliran gua, atau jika ingin kaki tetap kering, Anda bisa berjalan di sepanjang trotoar yang tersedia.

    4. Mencoba makanan organik
    Kunjungi organic sustainable lifestyle block di daerah Waikato yang subur untuk bisa menikmati hasil produksi mereka yang terdiri dari berbagai macam buah, sayur, dan daging hewan organik. Semua produksi mereka didapat dengan cara yang ramah lingkungan. Terdapat kebun besar dengan lebih dari 260 varietas buah-buahan, kacang-kacangan dan buah beri, kebun sayur besar, ayam, bebek, burung puyuh, ayam guinea, sapi untuk susu dan daging, dan domba.

    Baca: Hari Bumi 2019: Temperatur Tinggi dan Cuaca Semakin Liar

    Atau, Anda bisa juga menikmati tren baru makan dan tinggal di akomodasi yang memiliki spesialisasi dalam menghasilkan makanan ramah lingkungan. Terletak di lokasi seluas tiga hektar di lereng bukit alpine, Queenstown yang menghadap ke arah Danau Wakatipu dan sekitarnya, tim kuliner Sherwood mengkhususkan diri dalam menyediakan makanan segar sesuai musim yang dipanen dari kebun dapur, kebun, dan sekitarnya. Mereka juga bekerja sama dengan pertani lokal dan petani mandiri untuk menghadirkan produk berkelanjutan terbaik yang dihasilkan di wilayah mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.