Ucapan Sophia Latjuba Saat Antre Toilet di Nepal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sophia Latjuba. Instagram

    Sophia Latjuba. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Sophia Latjuba sedang travelling ke Nepal. Di rutin mengunggah aktivitas selama perjalanan melalui akun Instagram pribadi. Berbagai momentum terekam di sana. Misalnya saat foto bersama setibanya di Kathmandu, mampir ke Boudhanath Temple, memotret keindahan Gunung Himalaya, mengabadikan pagi di Ghandruk, Annapurna Range, sampai antre toilet umum.

    Baca: Sophia Latjuba Penasaran dengan Botox dan Filler, Berani Coba?

    Sophia Latjuba melakukan perjalanan ke Nepal seperti backpacker lainnya. Dia pun tak jaim untuk antre di toilet umum yang berdinding batako dan beratap seng dengan daun pintu alakadarnya. "Universal needs require universal languages (kebutuhan universal membutuhkan bahasa yang universal juga)," tulis Sophia Latjuba seraya mengunggah foto diri sedang tersenyum di depan pintu toilet bercat biru.

    Di sekitar Sophia Latjuba tampak beberapa perempuan juga sedang mengantre. Mereka tampaknya juga wisatawan, sama seperti Sophia Latjuba. Perempuan 48 tahun ini tampaknya sudah selesai menyalurkan 'kebutuhan universal-nya' itu dan dia bergantian menggunakan toilet dengan orang lain.

    Sophia Latjuba. Instagram

    Sophia Latjuba menggunakan frasa 'kebutuhan universal' untuk urusan ke kamar mandi. Dan menurut dia, 'toilet' adalah istilah yang mudah dipahami banyak orang dari berbagai penjuru dunia untuk memenuhi 'kebutuhan universal' tadi.

    Artikel lainnya:
    Sophia Latjuba Akui Jalin Hubungan Serius dengan Pria Asal Swedia

    Selama travelling ke Nepal, Sophia Latjuba tak hanya menikmati pemandangan yang eksotis. Ibu dari Eva Celia ini juga berbaur dengan penduduk setempat dan tak segan bercengkerama bersama mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.