Oarfish Muncul di Toyama Jepang, Ada Juga Cumi Kunang-kunang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panjang Ikan raja hering bisa mencapai belasan meter. Tampak betapa panjang salah satu yang terdampar di Meksiko pada 2007. Di Jepang, kemunculan ikan laut dalam ini dipercaya sebagai pertanda bakal datangnya gempa. (Foto: bloodydecks.com)

    Panjang Ikan raja hering bisa mencapai belasan meter. Tampak betapa panjang salah satu yang terdampar di Meksiko pada 2007. Di Jepang, kemunculan ikan laut dalam ini dipercaya sebagai pertanda bakal datangnya gempa. (Foto: bloodydecks.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemunculan ikan oarfish di Teluk Toyama, Jepang, mendatangkan berbagai persepsi. Ikan oarfish yang panjang seperti belut ini dianggap sebagai pembawa kabar buruk. Sebagian orang meyakini kemunculan ikan ini menjadi sinyalemen agar masyarakat waspada akan gempa bumi dan tsunami.

    Ikan oarfish berwarna perak dengan sirip merah. Panjang ikan oarfish yang ditemukan nelayan di Teluk Toyama mencapai 4 meter. Selain ikan oarfish, ada pula binatang lain yang menarik di perfektur Toyama, yakni cumi kunang-kunang atau watasenia scintillans.

    Jika datang ke teluk Toyama pada malam hari di setiap bulan Maret sampai Juni, pengunjung akan melihat pendaran cahaya biru di tengah laut yang berasal dari cumi kunang-kunang. Mengutip laman Atlas Obscura, cumi kunang-kunang yang hidup berkelompok itu naik ke permukaan laut dari habitatnya sedalam 365,76 meter.

    Sejumlah warga mengangkat bangkai ikan oarfish sepanjang 5,5 meter di pantai California. AP Photo

    Cumi kunang-kunang bergerak ke permukaan melalui arus dari sebuah ngarai di Teluk Toyama. Saat di permukaan pancaran cahaya biru berkilauan menampilkan pesona yang berpadu dengan gelap malam. Para pengunjung yang ingin melihat lebih dekat bisa menumpang perahu nelayan di Namerikawa pada pukul 03.00.

    Cumi kunang-kunang betina muncul di permukaan saat musim pemijahanan pada April dan Mei. Mengutip News Deeply, kelap-kelip warna biru dari cumi itu telah menarik penelitian ilmuwan untuk memahami bioluminesensi atau emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia.

    Baca: Fakta Oarfish Ikan Pertanda Bencana di Jepang

    Ahli biokimia dari Universitas Mie, Katsunori Teranishi mengatakan spesies yang menggunakan bioluminesensi bertujuan menarik mangsa. "Misteri ekologis adalah mengapa cumi kunang-kunang memancarkan cahaya," katanya. Teranishi menjelaskan sebagian besar spesies cumi hidup tanpa bioluminesensi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.