Tiket Pesawat Naik Turun, Apa Efek pada Para Wisatawan?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengantre di loket maskapai penerbangan untuk mengambil pengembalian uang tiket di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 30 April 2018. Bandara Djalaludin ditutup selama 16 jam karena tergelincirnya pesawat Lion Air. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    Sejumlah penumpang mengantre di loket maskapai penerbangan untuk mengambil pengembalian uang tiket di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 30 April 2018. Bandara Djalaludin ditutup selama 16 jam karena tergelincirnya pesawat Lion Air. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta -  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menyoroti sikap asosiasi yang sepakat menurunkan harga tiket penerbangan domestik, dan lembaga tersebut menganggap keputusan sebelumnya untuk menaikkan tarif mengejutkan masyarakat.

    Baca juga: Berburu Tiket Murah Tengah Malam, Perhatikan Trik Ini

    "Jika mau menaikkan tarif, idealnya maskapai menaikkan tarif secara bertahap. Jangan terlalu signifikan besarannya sehingga masyarakat tidak syok seperti sekarang," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi saat dihubungi Antara, Minggu.

    YLKI menilai beberapa waktu lalu maskapai penerbangan terlalu besar menaikkan harga tiket pesawat, besarannya mencapai 85 persen dari harga normal.

    "Tentu saja masyarakat syok," kata dia.

    Kenaikan harga tiket pesawat semakin membebani konsumen karena sejumlah maskapai penerbangan low cost carrier tidak lagi menggratiskan biaya bagasi. Untuk beberapa rute penerbangan, biaya bagasi bisa jadi lebih mahal daripada harga tiket pesawat.

    Untuk menjawab polemik harga tiket pesawat ini, YLKI meminta Kementerian Perhubungan untuk mengatur besaran bagasi berbayar agar tarifnya tidak melampaui batas maksimum tarif pesawat dengan kategori layanan medium (medium services).

    YLKI juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif untuk industri penerbangan nasional agar harga tiket pesawat tetap terjangkau konsumen. 

    Harga tiket pesawat yang terjangkau diyakini tidak mengganggu mobilitas dan perekonomian nasional, terutama untuk sektor pariwisata.

    "Ironis kan, kalau warga Indonesia malah berwisata ke luar negeri karena tarif pesawatnya lebih murah," kata dia.

    Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) sepakat menurunkan harga tiket pesawat terbang saat jumpa pers di Jakarta, Minggu, sore.

    "Kami berkomitmen untuk menurunkan harga tiket. Kami sejak minggu lalu, khususnya Jumat, sudah menurunkan tarif harga domestik," kata Ketua INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

    Pemberitaan beberapa hari terakhir ini menyoroti warga Banda Aceh yang memilih penerbangan transit ke Malaysia untuk pergi ke Jakarta karena harga tiket yang lebih murah dibandingkan rute Aceh-Jakarta.

    Akibatnya, mereka harus membuat paspor agar dapat transit di Malaysia demi mendapat harga tiket pesawat yang terjangkau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.