Jumat, 14 Desember 2018

Setek Keris, Ritual Pecinta Keris yang Promosikan Umbul Siblarak

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pecinta keris dari sejumlah padepokan di wilayah Solo Raya melaksanakan ritual setek keris massal di Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten (7/12). Selain mendoakan kedamaian Indonesia, ritual ini juga mempromosikan Umbul Siblarak, objek wisata di perbatasan Kabupaten Klaten dan Boyolali. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Para pecinta keris dari sejumlah padepokan di wilayah Solo Raya melaksanakan ritual setek keris massal di Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten (7/12). Selain mendoakan kedamaian Indonesia, ritual ini juga mempromosikan Umbul Siblarak, objek wisata di perbatasan Kabupaten Klaten dan Boyolali. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten -  Membentuk formasi melingkar di tengah kolam berkedalaman sekitar 1,5 meter,  20 orang berkostum serba putih itu mengangkat keris dengan kedua tangan dan menempelkannya ke kening. Dengan mata terpejam dan kepala agak menunduk, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa di bawah teriknya sinar matahari pada Jumat siang, 7 Desember 2018.
     
    Seusai berdoa, mereka pun menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri tanpa iringan musik. Selain mendoakan kedamaian Indonesia di tengah panasnya suhu politik menjelang Pemilu Presiden 2019, ritual setek keris bertajuk Selaksa Keris untuk Indonesia Damai itu juga bertujuan untuk mempromosikan Umbul Siblarak, objek wisata baru di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
     
    "Setek atau tayuh itu biasanya untuk mengetahui energi keris dan menakar seberapa keselarasannya dengan sang pemilik. Tayuh bisa juga untuk memanjatkan permohonan atau doa menggunakan media keris," kata sesepuh Paguron Arupadhatu Kabupaten Sukoharjo, Jilitheng Suparno, saat ditemui Tempo seusai ritual. 
     
    Jilitheng mengatakan, setek keris biasanya dilakukan para pecinta keris secara individual. Namun, setek keris kali ini dilaksanakan secara bersamaan karena para pesertanya memiliki permohonan yang sama kepada Tuhan, yakni demi kedamaian seluruh masyarakat Indonesia. 
    Para pecinta keris dari sejumlah paguron di wilayah Solo Raya melaksanakan ritual setek keris massal di Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 7 Desember 2018. TEMPO/Dinda Leo Listy
     
    "Keris itu simbol kebudayaan Jawa. Pesan dari ritual setek keris massal tadi bahwa sudah waktunya kita kembali pada budaya hidup yang rukun dan damai. Lewat pendekatan budaya, segala masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin," kata lelaki paruh baya yang membawa salah satu koleksinya berupa keris kuno buatan masa kerajaan Majapahit.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.