Liburan di Bali, Ada 3 Hutan Mangrove yang Menarik Disinggahi

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu nelayan yang siap mengantar tur hutan mangrove di Nusa Lembongan, Bali. Tempo/Charisma Adristy

    Perahu nelayan yang siap mengantar tur hutan mangrove di Nusa Lembongan, Bali. Tempo/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuan liburan di Bali tak hanya pantai dan hamparan sawah serta bukit. Ada hal lain yang tak kalah menarik di Pulau Dewata ini, yaitu  hutan mangrove atau bakau. Tak hanya berwisata, menghirup udara segar, turis pun bisa belajar tentang lingkungan. Ada juga yang menawarkan wisata kuliner. Seru bukan?

    Nah, di Bali ada beberapa hutan bakau yang bisa dijelajahi dari yang ada dekat bandara hingga di Nusa Lembongan. Setidaknya ada 3 pilihan.

    1. Hutan Mangrove Bali
    Kebanyakan orang memang menyebutnya Hutan Mangrove Bali, tapi dikenal juga sebagai Mangrove Information Center. Lokasinya,  tak jauh dari Bandara Ngurah Rai,  tepatnya di Jalan By Pass Ngurah Rai KM 21, Suwung Kauh.

    Untuk mengusuri hutan bakau, ada jalur dari papan kayu sehingga cukup dengan berjalan kaki, wisatawan bisa menikmati suasana di sini. Jalur ini sepanjang 2 kilometer. Keheningan biasanya dipecahkan oleh suara burung di kawasan ini. Buka antara pukul 08.00-18.00 dan jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman.

    Sejumlah petugas bersiap melepaskan kepiting bakau yang bertelur di kawasan hutan bakau Pantai Wanasari, Desa Tuban, Bali, 6 April 2017. kepiting ini diamankan di cargo Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, sehari lalu. Johannes P. Christo

    2. Ekowisata Mangrove Wanasari
    Dikenal juga sebagai Ekowisata Tuban Bali ini berada di Jalan Ngurah Rai, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Sudah ada  jalur untuk berjalan kaki dan gazebo tempat beristirahat. Namun, wisatawan juga bisa berkeliling dengan perahu tradisional.

    Bisa ditemukan juga restoran, budidaya kepiting, sehingga di sini wisatawan juga bisa menjajal wisata kuliner dengan hidangan kepiting bakau. Wisatawan bisa juga ambil bagian menanam bakau. Sebelum beranjak, ada beragam oleh-oleh juga yang bisa dibawa pulang karena pohon bakau diolah menjadi makanan dan produk. Di antaranya disulap menjadi sirup, cokelat, keripik, dan kue kering. Untuk produk diolah menjadi lulur hingga sabun cuci. Jadi tak hanya menikmati ketenangan di lokasi yang kerap menjadi foto pre-wedding ini, ada banyak hal yang bisa dinikmati di sini. 

    3. Hutan Mangrove Nusa Lembongan
    Yang satu ini bisa dicapai setelah wisatawan menyeberang dari Bali menuju Nusa Lembongan. Kawasan hutan bakau ini tergolong tidak terlalu luas, namun tetap menyenangkan, menikmati kesejukan dengan perahu jungkung. Mencermati satu per satu bakau yang telah dilengkapi namanya. Sehingga wisatawan bisa membedakan jenis bakau satu dengan yang lainnya. Perjalanan pendek di hutan bakau ini berakhir di laut, dan diteruskan dengan snorkeling atau diving di seputar Nusa Lembongan dan Nusa Penida.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.