Selasa, 13 November 2018

Oktober Saatnya ke Kei, Ada Festival Pesona Meti Kei

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keindahan alam yang terancar di Pulai Baer di Kepulauan Dulla, Kota Tual, Maluku. Banyak orang yang menyebutkan bawah Bair merupakan rangkaian pulau karang di utara Pulai Kai Kecil sebagai Raja Ampat van Kai. TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    Keindahan alam yang terancar di Pulai Baer di Kepulauan Dulla, Kota Tual, Maluku. Banyak orang yang menyebutkan bawah Bair merupakan rangkaian pulau karang di utara Pulai Kai Kecil sebagai Raja Ampat van Kai. TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Pesona Meti Kei (FPMK) akan kembali digelar pada 25 hingga 29 Oktober 2018 dengan tema Dengan FPMK, Kei Dapat Menjadi Potensi Wisata Dunia. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berupaya festival yang ketiga akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

    Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara (Malra) Roy Rahajaan menyatakan Dinas Pariwisata Malra berusaha keras agar pelaksanaan FPMK III berbeda dari sebelumnya, agar benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada pihak-pihak berkepentingan dan seluruh masyarakat yang akan menyaksikannya.

    Roy menyebutkan untuk cara puncak telah disiapkan di objek wisata Ngurbloat atau Pantai Pasir Panjang yang memang merupakan objek wisata yang dikenal dari Kepulauan Kei ini. Selain itu, ia menambahkan untuk acara penangkapan ikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat sebagai alternatif. 

    Rencananya, festival akan dimulai dengan karnaval pembangunan pada 25 Oktober. Dilanjutkan pada  27 dan 28 Oktober akan digelar berbagai macam lomba, di antaranya tari sawat, tari panah, dan lomba goyang Meti Kei jilid 2.

    Pada 28 Oktober juga akan dilaksanakan tur keliling pulau-pulau terutama objek wisata Kei Besar, Kei Kecil maupun Kota Tual. Pada 29 Oktober, acara puncak FPMK III diisi acara tangkap ikan dengan cara tarik tali secara tradisional.

    Baca Juga: 

    Merasakan Pasir Pantai Ngurbloat yang Seperti Tepung

    Belanja Ikan Segar nan Murah Meriah di Pulau Kei

    Di lokasi acara puncak akan digelar hiburan rakyat, dijadwalkan mulai pagi hingga malam, dengan menampilkan tarian, dan penampilan artis-artis Maluku maupun Nasional.

    "Puncak acara juga akan diisi menu berbeda, di mana kita siapkan tempat masak (tungku) di objek wisata, sehingga tamu ataupun siapa yang mau pesan makanan langsung dapat melihat proses pembuatan makanan tradisional kepulauan Kei.

    Roy menyebutkan pihaknya melihat adanya antusias masyarakat yang tinggi akan festival ini. "Mulai terlihat, minat dari luar daerah yang berasal dari dalam dan luar negeri. Hal itu terlihat dari banyaknya kamar penginapan atau hotel di Malra yang sudah dipesan habis untuk bulan ini, dan mulai tanggal 20 Oktober rombongan dari luar negeri dijadwalkan mulai berdatangan," ia memaparkan. Ia menyebutkan rombongan wisatawan mancanegara yang paling banyak berasal dari Belanda. 

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?