Ridwan Kamil akan Ubah Muara Gembong jadi Desa Peradaban

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di atas perahu di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka yang sudah tidak layak karena terkikis abrasi, namun sebagian memilih tetap bertahan dengan alasan perekonomian yang tidak berpihak kepada mereka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Sejumlah anak bermain di atas perahu di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka yang sudah tidak layak karena terkikis abrasi, namun sebagian memilih tetap bertahan dengan alasan perekonomian yang tidak berpihak kepada mereka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau kang Emil bertekad menjadikan Muara Gembong, di Kabupaten Bekasi, menjadi sebuah desa peradaban. Muara Gembong adalah salah satu kecamatan dengan akses transportasi yang sulit dan perekonomiannya tengah terpuruk.

    "Jadi tolong ditulis ya, saya menitipkan sebuah desa peradaban namanya Muara Gembong," kata Ridwan Kamil usai memimpin rapim bidang ekonomi di Gedung Sate Bandung, Selasa, 9/10. Ridwan Kamil mengatakan Muara Gembong yang berada di pinggir pantai itu perlu dibenahi karena kondisinya sangat memprihatinkan.  "Ekonomi lunglai, akses tidak terurus dan dihantui abrasi yang terus menggerus bibir pantai. “

    Warga Muara Gembong tidak bisa menjadi nelayan karena abrasi. Menurut Kang Emil akibat abrasi itu satu kampung pernah hilang, “Jalan ke sananya hancur, orangnya miskin dan sebagainya.”

    Kang Emil telah meminta dinas terkait di Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengatasi persoalan di sana dalam waktu satu tahun. Dinas Bina Marga Jabar juga telah diminta memperbaiki jalan Babelan yang menjadi akses utama bersama-sama Pemerntah Kabupaten Bekasi.

    "Untuk masalah abrasinya diselesaikan Dinas Kelautan dan Perikanan, mangrovenya oleh Dinas Kehutanan. Jalur airnya jadi pariwisata, kredit mesranya untuk membangkitkan ekonomi. Rutilahunya diberesin semua hingga nanti wartawan bisa lihat before-afternya," katanya.

    Menurut dia, pembenahan Muara Gembong akan dimulai pada tahun anggaran 2019 dan dia berharap Muara Gembong bisa berubah wajah. "Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, karena seperti tidak berada di alam modern. Seperti zaman pra kemerdekaan, tetapi mereka bertahan di sana," katanya.

    Ridwan Kamil menyatakan, apabila pembenahan Muara Gembong tersebut dikerjakan semua pihak dia yakin urusan ini bisa tuntas dalam waktu dua tahun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.