Senin, 17 Desember 2018

Ada yang Berbeda pada Festival Pesona Selat Lembeh 2018

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Marinir Yonmarhanlan VIII Bitung mengangkat sampah dari laut pada kegiatan Clean Lembeh Street di Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (6/11). ANTARA/Basrul Haq

    Sejumlah anggota Marinir Yonmarhanlan VIII Bitung mengangkat sampah dari laut pada kegiatan Clean Lembeh Street di Selat Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (6/11). ANTARA/Basrul Haq

    TEMPO.CO, Manado - Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, menggelar "Festival Pesona Selat Lembeh" (FSPL) 2018, pada 6-10 Oktober. Festival bertema Sail The Difference ini digelar di di Pelabuhan Perikanan Kota Bitung.

    “FSPL yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bitung adalah wujud perayaan masyarakat bahari,” kata  Wali Kota Bitung Maximilian Jonas Lomban di Manado, Senin, 8/10. Jonas juga mengatakan perayaan ini kian mengukuhkan perhelatan itu sebagai pesta rakyat sekaligus etalase pariwisata Kota Bitung.

    FSPL 2018 akan meramu secara kreatif berbagai pertunjukan ritual budaya, parade perahu Sailing Pass, syukuran budaya Thanksgiving Day yang unik, dan pertunjukan musik. Selain itu ada juga marathon 10K, ekshibisi kuliner dan pemutaran film, marching band, lomba kuliner, hingga aneka lokakarya dengan beragam tema.

    Sailing Pass adalah salah satu acara unggulan festival. Dalam acara ini ditampilkan parade ratusan kapal nelayan, kapal perang dan kapal layar, yang melintasi perairan Selat Lembeh.

    FSPL dikemas dengan 3 zona tematik, yakni Zona Tarsius-Eco Area, Yaki-Zona Festival, Pigmy-Zona Kuliner. Masing-masing zona akan menampilkan rangkaian acara yang variatif.Suasana salah satu dive resort di Selat Lembeh. shutterstock.com

    Pelaksanaan tahun ini juga didukung beragam penampil berskala nasional, seperti Gugun Blues Shelter, D Massive, Anji, DJ Innocent, Shandrayati Fay, dan Rhytm Rebels. Sementara penampilan budaya tradisional, antara lain, berupa pertunjukan masamper, maengket, kolintang, tari kabasaran dan barongsay liong.

    Lalu ada "Disko Tanah" yang berakar dari kebiasaan masyarakat Bitung. Sedangkan Teater Sanggar Tangkasi, sebuah sanggar seni kebanggaan Kota Bitung, akan memeriahkan dengan sebuah penampilan special.

    Beragam lokakarya dengan tema menarik juga menjadi bagian penting FSPL 2018, tak lain agar perayaan tahunan ini dapat menjadi ajang pertukaran ide dan diskusi.

    FSPL 2018 diharapkan menjadi pesta dan temu rakyat yang mengajak semua orang untuk menikmati kegembiraan dan kemeriahan festival.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".