Senin, 17 Desember 2018

Ngopi Saraosna akan Diramaikan Nicholas Saputra Hingga Duta Besar

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Nicholas Saputra saat ditemui Usai Pemutaran film Interchange di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017. TEMPO/DINI TEJA

    Aktor Nicholas Saputra saat ditemui Usai Pemutaran film Interchange di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017. TEMPO/DINI TEJA

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Provinsi Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan bahwa acara Ngopi Saraosna Vol 6 juga dihadiri para duta besar negara-negara yang memiliki ketertarikan dengan kopi. Selain itu akan meramaikan pula sederet artis kondang, seperti Nicholas Saputra, Dewi Lestari, d'Masiv, Mustache and Beard, dan Homogenic.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar pameran kopi Ngopi Saraosna Vol 6 di halaman Gedung Sate Bandung, pada 12-13 Oktober 2018. Dalam acara itu akan berpartisipasi 64 gerai kopi dan panitia menyediakan 10 ribu cangkir gratis untuk pengunjung.

    Ridwan Kamil atau kang Emil dalam siaran pers yang dirilis hari ini, mengatakan acara Ngopi Saraosna dikemas dengan konsep lebih santai, rileks dan romantis. "Tidak akan terlalu formal, di sini banyak area yang instagramable seperti di halaman kantor pos itu. Saya ingin suasana lebih rileks," kata Emil.

    Kang Emil berharap Ngopi Saraosna bisa mendorong citra Jawa Barat sebagai penghasil kopi. "Goal dari acara ini ujungnya adalah ingat kopi Indonesia, ingat Jabar," ucap Emil.

    Ia menjelaskan kopi yang pertama kali masuk ke Jawa Barat berasal dari Afrika. Pedagang dari India yang membawa kopi itu menamainya kopi gunung Malabar, seperti nama daerah di India.

    Pemerintah kolonial kemudian menyebarkan kopi itu ke seluruh dunia dan mendapat respons positif, terutama di Amerika Latin. Sampai sekarang Negara-negara itu masih lekat dengan kopi. "Nah saya ingin citra itu diambil alih lagi oleh Indonesia, khususnya Jabar. Caranya, ya, salah satunya mempromosikan lewa Ngopi Saraosna ini," tutur Ridwan Kamil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.