Selasa, 23 Oktober 2018

Warga Desa Tangkap Komodo yang Berkeliaran Di Luar Taman Nasional

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemandu wisata mendekati Komodo (Varanus komodoensis) di kawasan objek wisata Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Seorang pemandu wisata mendekati Komodo (Varanus komodoensis) di kawasan objek wisata Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 2 Mei 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Kupang - Warga Desa Bari, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur menangkap seekor komodo yang ditemukan berkeliaran di sekitar desa itu. Desa ini berada di luar kawasan Taman Nasional Komodo.

    "Betul ada satu ekor komodo yang ditangkap warga Desa Bari pada Sabtu lalu," kata Staf Bidang Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Komodo Ande Kefi melalui pesan Whatsapp , di Kupang, Senin, 23/7. Ande sudah melihat kondisi komodi itu hari Ahad. Ia datang bersama SPORC dan BBKSDA NTT.

    Ia menjelaskan warga sempat bingung melihat kehadiran satwa komodo (varanus komodoensis)  itu di desa mereka. Bahkan tokoh masyarakat di Desa Bari, kata Ande, semula mengaggap hewan tersebut sebagai hama.

    "Warga yang belum tahu tentang komodo, mereka menganggap ini adalah hama bukan komodo. Sebelumnya sampai ada komodo yang dibunuh," kata Ande.

    Dia menjelaskan komodo sebenarnya tidak hanya ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, namun juga tersebar di wilayah utara Pulau Flores. Berdasarkan hasil riset Owen Ovenberg, komodo berkembang biak hampir di seluruh pantai utara Pulau Flores.

    "Bahkan hasil riset itu menyebutkan penyebaran satwa komodo sampai ke Tanjung Watu Manuk di Kabupaten Sikka atau di wilayah bagian timur Pulau Flores," kata Ande.

    Terhadap komodo yang ditangkap warga itu tim gabungan telah mengidentifikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada warga setempat. Warga akhirnya sepakat mengembalikan komodo tersebut ke habitatnya di daerah setempat. "Kami sudah memberikan arahan dan mengajak warga menjaga komodo sebagai satwa konservasi yang harus dilestarikan," kata Ande.

    ANTARA

    Artikel lain: Di Banyuwangi, Api Asian Games Disatukan dengan Blue Fire Kawah Ijen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.