Kamis, 19 Juli 2018

Ngemil Cantik dengan Suguhan Kue Karawo Khas Gorontalo

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue karawao yang cantik, camilan manis khas Gorontalo. TEMPO/Rita Nariswari

    Kue karawao yang cantik, camilan manis khas Gorontalo. TEMPO/Rita Nariswari

    TEMPO.CO, Jakarta -Tengah berlibur menikmati pantai-pantai di Gorontalo? Jangan lewatkan untuk mencicipi kue lokal yang cantik, kue karawo. 

    Di Gorontalo, karawo sebenarnya dikenal sebagai nama sulaman. Sulaman karawo membuat tampilan perempuan dari provinsi yang bersebelahan dengan Sulawesi Utara ini bisa benar-benar tampil memikat.

    Sulaman serupa dikenal di daerah lain dengan nama kerawang. Di Gorontalo, membuat sulaman karawo itu murni dengan tangan. Proses tentunya cukup lama.

    Uniknya, untaian keindahan itu tak hanya dibuat di atas kain tapi juga kue. Jadi lah kue khas oleh-oleh Gorontalo ini pun dikenal sebagai kue karawo.

    Kue kering dalam ukuran kecil itu bisa berbentuk bulat, atau hati. Bahan dasarnya, sama seperti umumnya kue kering yang dibuat saat lebaran, kebanyakan diberi cokelat. Seperti tepung terigu, gula halus, mentega, telur, susu dan cokelat.

    Baca Juga: 

    Durian Wakai Paling Laris Manis di Gorontalo

    Pusat Kuliner Sejuta Warna, Calon Ikon Kota Gorontalo

    Nah, di atas kue dibuatlah hiasan cantik warna-warni, seindah sulaman karawo. Coraknya beragam, kebanyakan bunga plus dedaunan. Tampilan kue kering ini benar-benar menarik. Pas lah untuk ngemil di sore hari.

    Paduannya adalah kopi khas lokal yang dikenal sebagai kopi Pinogu yang berasal dari Kabupaten Bonge Bolango. Tapi kedua oleh-oleh ini bisa dengan mudah ditemukan di gerai-gerai di Gorontalo. Jadi, jangan lupa beli oleh-oleh kue karawo dan kopi kalau berlibur ke Gorontalo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.