Selasa, 25 September 2018

Kulineran di Djoyoboyo Food Terminal Surabaya yang Instagenic

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilihan beberapa sajian yang ditawarkan di Djoyoboyo Food Terminal Surabaya. (Facebook Kementerian Pariwisata)

    Pilihan beberapa sajian yang ditawarkan di Djoyoboyo Food Terminal Surabaya. (Facebook Kementerian Pariwisata)

    TEMPO.CO, Jakarta – Perjalanan mudik umumnya akan terasa membosankan bila tak diselingi dengan mampir-mampir. Maka itu, biasanya pemudik menyempatkan bertualang lidah alias wisata kuliner sebelum sampai lokasi tujuan.

    Di sepanjang jalur mudik, entah di Sumatera, Jawa, atau pulau lainnya, hampir tiap daerah memiliki kuliner enak yang sayang untuk dilewatkan. Di Surabaya, misalnya, terdapat beragam spot yang menjajakan penganan otentik. Salah satunya Djoyoboyo Food Terminal Surabaya.

    Djoyoboyo Food Terminal Surabaya berlokasi di Jalan Joyoboyo Nomor 46, Sawunggaling, Wonokromo. Dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata melalui akun media sosial Facebook-nya pada 10 Juni lalu, tempat ini diinformasikan menyediakan beragam makanan daerah Jawa Timur. 

    Ada 12 kios penyedia kuliner yang siap menggoyang lidah dengan citarasa khas Jawa Timur yang asin dan pedas. Salah satunya sego pedes alias nasi pedas. Sego olahan ini disajikan seperti nasi Jamblang khas Cirebon. Terdapat beragam lauk yang bisa dipilih oleh pengunjung.

    Adapun lauk yang disediakan meliputi babat, paru, daging sapi, cumi-cumi, tuna, ayam, serta kulit. Harganya pun dibanderol murah, yakni berkisar Rp 13-25 ribu.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya merekomendasikan pemudik untuk mampir menjajal menu-menu yang dijajakan. “Saya pernah hidup lama di Surabaya. Kalau soal makanan khas Jawa Timuran, saya rekomendasi ke sana deh. Makanan Surabaya itu tidak ada yang tidak bikin kangen,” ujar Menpar Arief dalam rilis tersebut.

    Suasana di Djoyoboyo Food Terminal Surabaya, bersantap dengan hiburan musik. (Facebook Kementerian Pariwisata)

    Selain makanannya yang menggoda, tempat yang artistik juga menjadi keunggulannya. Kedai itu memiliki konsep arsitektur yang unik, yakni penuh ornamen vintage. Sejumlah spot diklaim Instagenic karena layak untuk menjadi latar berfoto.

    Di antaranya terdapat sudut yang berisi koper dengan tumpukan buku-buku. Bila berfoto di sana, pengunjung serasa sedang mudik membawa banyak bahan bacaan. Ada lagi dinding yang dihias dengan gravity.

    "Yang doyan selfie, silakan mampir. Libur Lebaran bakal berkesan kalau experience-nya diunggah ke media sosial," kata Menpar Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.