Sabtu, 18 Agustus 2018

Taman Brantas, Tempat Ngabuburit Anyar di Kota Kediri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat kota Kediri menunggu saat berbuka puasa di Taman Brantas. Destinasi wisata ini dilengkapi arena olah raga dan taman bermain anak-anak. Tempo/Hari Tri Warsono

    Masyarakat kota Kediri menunggu saat berbuka puasa di Taman Brantas. Destinasi wisata ini dilengkapi arena olah raga dan taman bermain anak-anak. Tempo/Hari Tri Warsono

    TEMPO.CO, Kediri - Iklim bulan Ramadan yang terik tak terlalu mengganggu ibadah puasa umat Muslim di Kediri. Mereka memiliki tempat khusus untuk mendinginkan tubuh sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang. Namanya Taman Brantas, kawasan yang cocok untuk ngabuburit.

    Di tepi Sungai Brantas, tepat di samping jembatan yang menghubungkan kawasan timur dan selatan Kota Kediri, sebuah destinasi wisata dibangun pemerintah daerah setempat. Memanfaatkan bantaran sungai yang luas dan tak terpakai, pemerintah menyulapnya menjadi arena olahraga sepeda BMX dan pejalan kaki (pedestrian).

    Arena sepeda BMX berbentuk oval yang dilengkapi tanjakan dan jalur ekstrim ini menjadi wahana baru masyarakat di bulan puasa. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai Brantas membuat arena ini layak menjadi tempat berburu udara segar. “Sekarang menunggu waktu berbuka bisa di sini melihat anak-anak main,” kata Pritania, ibu dua anak yang membawa keluarganya ke tempat ini tiap sore.

    Tak hanya arena BMX, jalan setapak yang mengelilingi areal taman menjadi daya tarik tempat ini. Di sepanjang jalan juga dilengkapi bangku besi untuk beristirahat. Tak heran jika tiap sore jelang berbuka, masyarakat berkumpul di Taman Brantas yang baru dibuka dua bulan lalu itu.

    Keberadaan Taman Brantas benar-benar mengubah wajah bantaran Sungai Brantas yang kumuh. Jika sebelumnya tempat ini dipenuhi tanaman ilalang dan hunian bagi pemulung, kini berubah menjadi wisata alam menarik.

    Keramaian di Taman Brantas ini mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan warga setempat mulai sibuk memarkir motor dan mobil mereka agar bisa menikmati pemandangan tepi sungai jelang berbuka. Mayoritas para pengunjung tempat ini adalah anak-anak dan remaja.

    Alhasil arena BMX yang semula diperuntukkan peseda ramai dijejali anak kecil. Mereka bermain perusutan dengan papan luncur atau sepatu roda. “Kalau main di sini tak terasa lapar,” kata Arista, bocah sekolah dasar yang bermain perusutan di tanjakan BMX.

    Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Apip Permana mengatakan Taman Brantas ini memang terbuka untuk masyarakat luas. Karena itu tak ada harga tiket masuk yang ditetapkan pemerintah kepada pengunjung. “Itu fasilitas umum, cocok untuk ngabuburit,” kata Apip.

    Meski berada di bantaran sungai besar, namun Apip menjamin keamanan lokasi wisata baru tersebut. Selain bersantai dan melihat pemandangan sungai, pengunjung juga bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang menyeberang dari bawah jembatan. Hal ini menjadi pemandangan baru bagi masyarakat yang setiap hari melintas dan memandang bantaran dari atas.

    Sejak hari pertama puasa kawasan ini memang terlihat lebih ramai jelang berbuka. Lokasi ini juga tak jauh dari penjual takjil yang menjadi incaran selama Ramadan.

    HARI TRI WASONO (Kediri)

    Artikel lain: Taman Bambu Laut berusia 1000 Tahun di Kedalaman Teluk Meksiko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.