Sabtu, 26 Mei 2018

Rencana Pembangunan Kanal Raksasa Erdogan Mengancam 3 Kawasan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memeriksa barisan pasukan Turki di pangkalan militer Tariq bin Ziyad, selatan Doha. [AP]

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memeriksa barisan pasukan Turki di pangkalan militer Tariq bin Ziyad, selatan Doha. [AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini banyak pihak yang mengkritik rencana pembangunan kanal raksasa oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Istabul, Turki. Kritik terbesar muncul dari kalangan aktivis lingkungan. Mereka memperingatkan pembangunan kanal akan menghancurkan situs-situs penting serta menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas.

    Kanal Istanbul sepanjang 45 kilometer ini akan menghubungkan laut utara dan selatan guna memudahkan lalu lintas di selat Bosphorus, jalur utama pelayaran global. Sehingga kawasan yang akan dilewati kanal ini dapat rusak dan hilang. Baca: Siap-siap Banjir Diskon di Dubai, Intip Tawaran di 3 Tempat Ini

    Tidak hanya pemukiman warga dan pertanian, 3 kawasan penting ini juga terancam tergusur.

    Situs Arkeologi Bathonea
    Ditemukan pada tahun 2007, Bathonea merupakan kota pelabuhan yang berasal dari abad kedua sebelum masehi. Periode ini bertepatan dengan kebangkitan konstantinopel, kerajaan Ottoman dan Bizantium sebagai pusat kekuasaan Romawi.

    Karena kekayaan sejarahnya, Bathonea disebut-sebut memiliki potensi sebagai “perpustakaan Konstantinopel”. Pada saat penggalian, para arkeolog menemukan dinding-dinding bekas pelabuhan, bangunan-bangunan, tangki besar, gereja Bizantium serta jalan-jalan batu yang unik.

    Penggalian yang dimulai pada 2009 selama dua bulan, menghasilkan penemuan berbagai artefak penting yang digunakan untuk ilmu pengetahuan dan penelitian. Baca: Ini 2 Alasan Mengapa Solo Traveling Jadi Trending

    Danau Küçükçekmece
    Danau Küçükçekmece merupakan sebuah laguna yang berada di sebelah Barat pusat kota Istanbul. Luas permukaan danau mencapai 16 kilometer persegi dengan kedalaman 20 meter.

    Burung-burung air yang berkeliaran membuat danau Küçükçekmece menjadi salah satu tempat kunjungan wisata, meski tidak populer di kalangan turis asing. Keindahan laguna ini begitu disanjung pada tahun 1950-1960an karena belum tercemar. Wisatawan biasanya berkunjung untuk berenang, mengelilingi danau menggunakan perahu kayu dan memancing.

    Sayangnya, Air jernih dan lingkungan yang asri terus berubah sejak berkembangnya pabrik-pabrik industri, seperti yang dilansir oleh weloveist.com.

    Gua Yarimburgaz
    Gua Yarimburgaz merupakan pemukiman tertua di eropa yang terkenal. Berada di bagian barat sejauh 20 kilometer dari kota Istanbul, hanya berjarak 1,5 kilometer dari Danau Küçükçekmece.

    Gua ini terbentuk oleh sungai bawah tanah yang memiliki dua pintu masuk. Pintu masuk bagian bawah memiliki ketinggian 11.5 meter, sedangkan pintu bagian atas setinggi 7 meter. Panjang gua bagian bawah mencapai 500 meter, sedangkan bagian atas hanya 52 meter.

    Sebagai situs arkelogi yang menyajikan suasana kehidupan zaman purba, gua ini sangat penting bagi peneliti dan ilmuan. Situs fosil di dalamnya telah diteliti sejak pertengahan abad 19. Baca: Es Papi Orange Float Menantang Popularitas Es Kepal Milo

    POLITICO.EU | NYTIMES.COM | INSAN QURANI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.