Ke Korea Selatan, Wisatawan Indonesia Pasti ke 3 Tempat Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hallasan atau Gunung Halla terletak di tengah Pulau Jeju, Korea Selatan. Gunung ini ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 1970. Terdapat 1.800 lebih jenis tumbuhan dan 4.000 spesies hewan,(3.300 diantaranya serangga) yang telah diidentifikasi. cdntv.kr

    Hallasan atau Gunung Halla terletak di tengah Pulau Jeju, Korea Selatan. Gunung ini ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 1970. Terdapat 1.800 lebih jenis tumbuhan dan 4.000 spesies hewan,(3.300 diantaranya serangga) yang telah diidentifikasi. cdntv.kr

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata ke Korea Selatan semakin menarik bagi pelancong asal Indonesia. Ini terbukti dari tingginya angka wisatawan Indonesia yang datang ke Negeri Gingseng tersebut pada 2017.

    Baca juga:
    Atiqah Hasiholan Pilih Busan daripada Seoul, Ini Alasannya
    Solo Traveler dan Backpacker Kini Gampang ke Korea
    Selatan

    Menurut data Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, tercatat 230.837 orang Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan sepanjang tahun lalu. Public Relation Manager KTO Jakarta Office, Irma Maulida mengatakan Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara penyumbang wisatawan asing terbanyak di Korea. “Indonesia berada di urutan ke sembilan," tuturnya saat ditemui di Suasana Restoran, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018.

    Menurut Irma, tren wisatawan Indonesia ke Korea paling tinggi masih merujuk pada Kpop. Di sisi lain, mereka juga gemar menjangkau wisata alam di berbagai kota. Berikut ini tiga destinasi wisata yang sering dikunjungi orang Indonesia di Korea Selatan.

    1. Seoul
    Seoul adalah ibu kota Korea Selatan. Kota ini menjadi tujuan pertama wisatawan asing setelah mendarat di Korea Selatan, termasuk bagi orang-orang Indonesia. Seoul merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya.

    Pemandangan Seoullo 7017, pedestrian di tengah Kota Seoul, pada malam hari. Jalan layang Stasiun Seoul yang dibangun pada 1970 itu kini beralih fungsi menjadi pedestrian dan taman kota yang unik. Sekitar 24 ribu pohon ditanam di sana. Foto: Pemerintah Kota Seoul

    Di Seoul, wisatawan biasanya menikmati wisata visual, alam, dan budaya. Misalnya di Istana Changgyeong, pelancong akan berfoto di depan halaman istana yang telah dibangun sejak 1104 itu. Ada juga Namsan Seoul Tower yang populer dengan gembok warna-warninya. Konon, wisatawan dapat mengabadikan cinta dengan menuliskan nama pasangan di gembok yang telah dibawa dan mengaitkannya di pagar menara.

    Artikel lainnya:
    Wanita Matre Korea Selatan Kencani 200 Pria dalam 2 Tahun
    Bagian Favorit Artis Korea yang Diubah Lewat Operasi Plastik

    2. Busan
    Busan adalah kota tersibuk kedua di Korea Selatan setelah Seoul. Kota ini disebut sebagai kota metropolitan, namun jauh dari suasana ruwet. Belakangan, wisatawan Indonesia banyak menyambangi Busan lantaran terpukau dengan sudut-sudut kotanya yang memiliki panorama lengkap.

    Gamcheon Culture Village di Kota Busan, Korea Selatan.

    "Biasanya orang Indonesia datang ke Busan untuk ke pantai," ujar Irma Maulida. Pantai yang populer adalah Gwangalli. Selain bermain di pantai, wisatawan hobi wisata kuliner di sana terutama aneka hidangan laut atau seafood yang segar. Maklum, Busan merupakan kota pesisir.

    3. Pulau Jeju
    Bila Busan dan Seoul menyajikan panorama kota modern, Jeju menyuguhkan wisata alam. Bentang Pulau Jeju atau Jeju Island berbentuk pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut.

    Wisatawan wanita berjalan-jalan di ladang di Pulau Jeju, Korea Selatan. Pulau ini menjadi salah satu tujuan wisata para pelajar Korea Selatan. Guan Beng Tan/Getty Images.

    Mereka yang datang ke Pulau Jeju umumnya tipe pelancong yang suka panorama alam atau petualangan. Musababnya, terdapat gunung berapi bernama Seongsan Ilchulbong. Ada juga sejumlah air terjun, seperti Air Terjun Chenjeyon yang terdapat di barat Kota Seogwipo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.