Selasa, 13 November 2018

Belum Tuntas Dibangun, Kebun Raya Indrokilo Boyolali Sudah Ramai

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan matahari terbit di Bukit Gancik, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 1 Januari 2017. Wisata alam yang terletak dikaki Gunung Merbabu tersebut ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2018. ANTARA FOTO

    Warga menyaksikan matahari terbit di Bukit Gancik, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 1 Januari 2017. Wisata alam yang terletak dikaki Gunung Merbabu tersebut ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2018. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Boyolali - Obyek wisata Kebun Raya Indrokilo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, saat ini masih dalam tahap pembangunan. Namun kawasan itu sudah kerap dikunjungi warga untuk berpiknik ria atau melakukan aktivitas lain.

    Pengunjung antara lain sudah dapat menggunakan area jalan untuk bersepeda santai, wisata edukasi, dan menikmati air minum langsung dari keran. Saat libur akhir pekan, taman hiburan di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Boyolali itu bisa disambangi sekitar 500 orang.

    Saat ini, pembangunan fasilitas kebun raya yang sudah selesai antara lain gerbang Pasingsingan, gedung pusat informasi turis, dan gedung Ecological House, yang menjadi kantor pengelola. Selain itu, ada taman labirin berbentuk gunung wayang, taman paku, kandang rusa, serta jalan paving.

    Fasilitas terkini yang bisa dinikmati publik adalah air langsung minum dari keran. “Air minum itu diolah di kompleks Kebun Raya Indrokilo,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Perusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali Eko Dodi Aprianto di Boyolali, Senin, 23 April 2018.

    Eko mengatakan air minum itu diolah dari air hujan. Menurut Eko, pihak kebun raya menggunakan teknologi dan peralatan pengolahan elektrolisis banyu udan (EBU). Alat ini mampu menghasilkan derajat keasaman atau pH air tujuh hingga sembilan.

    "Air hujan awalnya ditampung di atap Ecological House (e-House), selanjutnya difilter, yang kemudian dielektrolisa di ruang EBU, sehingga menghasilkan air asam dan basa," ujar Eko.

    Dari air asam yang tercipta, kata dia, kemudian disimpan di tangki air untuk diminum. Sedangkan air basa digunakan sebagai pupuk tanaman di Kebun Raya Indrokilo. Fasilitas ini terwujud dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 juta.

    Selain keran air, pemerintah saat ini juga tengah membangun akses jalan masuk ke kebun raya. Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan pembangunan jalan itu diperkirakan menghabiskan biaya Rp 7 miliar. Selain itu, akan dibangun jembatan gantung khusus untuk pejalan kaki.

    ANTARA

    Artikel lain: Demam Es Kepal Milo, Kenapa Pembeli Rela Antre Berjam-jam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?