NTT Akan Memiliki Dua Pelabuhan Marina untuk Kapal Pesiar

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar berlabuh di sepanjang dermaga Haji Imam Lastorl Daruba di Morotai, Maluku Utara, Kamis (13/9). ANTARA/Rosa Panggabean

    Kapal pesiar berlabuh di sepanjang dermaga Haji Imam Lastorl Daruba di Morotai, Maluku Utara, Kamis (13/9). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Kupang - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, mengatakan NTT akan memiliki dua pelabuhan marina sebagai tempat persinggahan maupun parkir kapal-kapal pesiar internasional.

    "Dua pelabuhan marina yakni di Labuan Bajo yang sedang dalam proses pembangunan dan satu lagi di Kota Kupang yang sudah dikeluarkan izin prinsipnya," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis, 18 April 2018.

    Baca juga: Medana Bay Marina di Lombok Resmi Pelabuhan Yacht Internasional

    Dia menjelaskan pembangunan marina ini untuk mendukung permintaan para operator kapal pesiar internasional yang menginginkan pelabuhan khusus sebagai tempat persinggahan maupun parkir kapal.

    Selama ini, kata dia, kapal pesiar atau yacht (kapal pesiar kecil yang memiliki layar) kesulitan masuk ke NTT karena tidak ada tempat berlabuh sehingga umumnya kapal singgah di Benoa, Bali.

    "Karena itu, pemerintah dan operator kapal pesiar sepakat dibangun marina di NTT agar kapal-kapal pesiar yang memuat ribuan wisatawan mancanegara bisa masuk langsung ke daerah ini," ujar Marius.

    Dia mengatakan salah satu sasaran utama pembangunan ini yaitu pergerakan kapal pesiar internasional yang selama ini masuk ke Australia agar nantinya bisa singgah di NTT.

    Marius menjelaskan, pelabuhan marina di Labuan Bajo yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan, ditargetkan beroperasi tahun 2019. Sementara di Kota Kupang, pemerintah setempat telah mengeluarkan izin prinsip kepada pengusaha yang mau membangun dengan nilai investasi lebih dari Rp 300 miliar.

    Marius meyakini jika kedua pelabuhan marina itu berhasil dibangun maka akan berdampak besar bagi peningkatan arus wisatawan mancanegara ke provinsi selaksa nusa ini.

    "Ribuan wisatawan yang diangkut dengan kapal pesiar internasional bisa turun ke darat melalui dua pelabuhan marina ini kemudian menyebar ke berbagai daerah wisata lain di sekitarnya," ujar Marius.

    Selama ini, kata dia, kapal pesiar masuk ke NTT hanya bisa melepaskan jangkar di tengah laut, sehingga hanya sebagian kecil wisatawan yang ke darat menggunakan kapal-kapal kecil.

    Baca jugaKapal Superstar Sandar Perdana di Pelabuhan Kuala Tanjung

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.