Potensi Wisata di Muara Angke

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan oranye mengangkat sampah di hutan mangrove Muara Angke, Jakarta Utara pada Senin, 19 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Pasukan oranye mengangkat sampah di hutan mangrove Muara Angke, Jakarta Utara pada Senin, 19 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampah yang menggunung di kawasan Hutan Mangrove, Ecomarine Muara Angke, Jakarta Utara, meresahkan masyarakat sekitar.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sampah yang mengumpul di wilayah tersebut ada sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 7-10 meter menjorok ke laut. Sampah-sampah yang dekat dengan bibir pantai terlihat sudah telah mulai menjadi kering dan mulai mengeras.

    Baca juga: Muara Angke Diprioritaskan Jadi Daerah Wisata Pelabuhan

    Wilayah ini seharusnya menjadi area konservasi penanaman mangrove dan juga budidaya ikan bandeng. Namun dengan adanya sampah tersebut proses konservasi dan budidaya menjadi terhambat. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung melewati Pasar Ikan Muara Angke di Kelurahan Penjaringan.

    Tak jauh dari pasar, ada pelabuhan Muara Angke. Aroma ikan sudah tercium sejak kita memasuki gerbang kampung nelayan Muara Angke. Pengunjung bisa menyaksikan aktifitas warga, seperti nelayan dan pedagang.

    Potensi wisata di Muara Angke sedang dikelola pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelabuhan Muara Angke misalnya, diubah menjadi dermaga sekaligus pusat pengolahan ikan.

    Warung-warung ikan bakar di Muara Angke juga akan direlokasi ke resto apung, pusat kuliner baru yang dibangun di laut.

    Muara Angke juga direncanakan menjadi akses utama menuju Pulau Seribu serta menjadi kawasan wisata alternatif. Pelabuhan Muara Angke dengan luas kawasan 65 hektare ini dikembangkan menjadi pelabuhan pariwisata dan perikanan.

    DIAS PRASONGKO | ERWAN HERMAWAN

    Artikel Lain: Taman Mangrove Angke Kapuk Alternatif Wisata Alam Warga Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.