Senin, 17 Desember 2018

Buaya Serang Warga, Tip Aman Turis Menyusuri Sungai Mentaya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buaya. Sxc.hu/Sias van Schalkwyk

    Ilustrasi buaya. Sxc.hu/Sias van Schalkwyk

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga net belakangan dihebohkan dengan kabar buaya menyerang seorang perempuan yang sedang mencuci pakaian di Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, 8 Maret lalu.

    Perempuan 49 tahun yang diketahui bernama Jumi itu berhasil lolos, meskipun menderita cakaran dan gigitan di kedua lengannya. 

    Peristiwa ini lantas menjadi ramai lantaran Sungai Mentaya selama ini dikenal sebagai sungai wisata. Aktivitas susur sungai menggunakan kapal kotok menjadi atraksi unggulan yang berhasil menarik minat turis dari luar daerah, bahkan luar negeri, datang ke sana.

    Setelah berita beredar, pemerintah setempat meminta pelancong untuk tetap waspada terhadap serangan predator saat mengikuti trip wisata susur sungai. Meski demikian, mereka tak perlu khawatir.

    Pemilik operator wisata susur sungai Orang Utan Days, Yommie Kamale, saat dihubungi Tempo pada Selasa, 13 Februari 2018, mengatakan, supaya terhindar dari serangan buaya, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi wisatawan. Aturan ini kudu diterapkan selama trip. Di antaranya berikut ini.

    1. Wisatawan harus menjaga keseimbangan kapal atau perahu selama trip susur sungai berlangsung. Hal ini untuk menghindari kapal terbalik. Bila kapal terbalik dan wisatawan jatuh ke dalam air, kemungkinan terjadinya penyerangan oleh buaya akan lebih besar.
    2. Dilarang mencelupkan anggota badan ke air sungai. Sebab, wisatawan tidak pernah tahu kondisi dalam air itu sedang ada buaya atau tidak.
    3. Dilarang duduk di tepi perahu. “Boleh duduk, asal tidak menepi,” kata Yommie. Kondisi demikian bisa memantik buaya untuk datang menyerang.
    4. Tidak boleh berenang di sungai, apa pun alasan dan keadaannya. Sebab, buaya bisa terdapat di mana saja di sepanjang perairan ini. Lebih-lebih hewan pemakan daging itu dapat menyaru seperti kayu dan mematung sampai 2 jam saat mengintai mangsa.
    5. Wisatawan harus selalu berada di areal aman, di wilayah pengawasan kru. Wisatawan juga tak diperkenankan menjamah area-area tepi hutan, selama tidak ada instruksi dari pihak taman nasional atau pemandu wisata.
    6. Tidak boleh membuang makanan apa pun ke dalam sungai. Sebab, aroma makanan akan memantik buaya datang, mendekat ke kapal.

    Artikel lain: Di Harmony Day Australia, Grup Angklung Mainkan Amazing Grace


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.