Lupakan Keruwetannya, Kunjungi Tempat Bersejarah di Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja melintas di antara nisan kuno di Museum Prasasti, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (8/10). Di museum tersebut sedang dilakukan penataaan dan perbaikan infrastruktur yang meliputi sistem drainase dan penyiram taman otomatis. TEMPO/Yosep Arkian

    Seorang pekerja melintas di antara nisan kuno di Museum Prasasti, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (8/10). Di museum tersebut sedang dilakukan penataaan dan perbaikan infrastruktur yang meliputi sistem drainase dan penyiram taman otomatis. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanah Abang dikenal sebagai tempat wisata belanja di Jakarta. Selain Pasar Tanah Abang, mal-mal yang berdiri di sekitarnya juga ramai dikunjungi pendatang dan warga Jakarta. Hingga kini, penataan Tanah Abang belum juga tuntas dan keadaan masih semrawut.

    Baca jugaInspirasi Penataan Tanah Abang, Ini 9 Fakta Mengenai Grand Bazaar

    Tanah Abang sebenarnya kawasan yang kaya akan warisan sejarah dan layak dikunjungi. Berikut ini beberapa tempat yang bisa Anda tengok sambil mengenal sejarahnya.

    1. Masjid Jami Al-Ma'mur

    Masjid Jami Al-Ma'mur adalah salah satu masjid tua di Tanah Abang. Masjid ini berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur atau sekitar 100 meter sebelum Blok A Pasar Tanah Abang.

    Masjid ini awalnya adalah langgar atau musala, yang dibangun pada 1704. Bangunan itu lalu dipugar pada 1904. Di belakang masjid terdapat tiga buah makam. Hingga kini, tidak ada yang tahu siapa yang dimakamkan di sana. Namun banyak yang berziarah ke makam ini.

    2. Kelenteng Hok Tek Tengsin

    Nama lainnya adalah Vihara Amurva Bhumi Bhudisattya. Warga sekitar juga kerap menyebutnya Toapekong Kebon Dalem karena berlokasi di Gang Kebon Dalem. Letaknya di antara Blok A dan Blok F Pusat Grosir Tanah Abang.

    Vihara ini didirikan pada 1808 dan ramai dikunjungi jemaatnya setiap tahun baru Cina atau Imlek serta Cap Go Meh. Jemaat juga ada yang datang dari Pluit atau Kota.

    3. Museum Taman Prasasti

    Museum cagar budaya ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Berada di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat, museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno, kereta jenazah antik, serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia.

    Museum seluas 1,2 hektare ini adalah museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau. Di museum ini juga ada makam beberapa tokoh Belanda, Inggris, dan Indonesia, seperti Dr. H.F. Roll, pendiri STOVIA atau sekolah kedokteran pada zaman pendudukan Belanda; Miss Riboet, tokoh opera pada 1930-an; serta Soe Hok Gie, aktivis pergerakan mahasiswa Indonesia pada 1960-an.

    4. Museum Tekstil

    Letak museum ini dekat dengan stasiun dan pasar Tanah Abang, tepatnya di Jalan Aipda K.S. Tubun Nomor 2-4, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Sesuai dengan namanya, Anda bisa melihat koleksi kain tenun dari berbagai daerah. Museum Tekstil memiliki halaman depan yang luas sehingga cocok untuk melakukan piknik. Namun biasanya jalanan di depan museum dipadati kendaraan.

    Pengunjung bisa belajar membatik pada saat-saat tertentu. Museum Tekstil buka tiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00. Harga tiket masuk Museum Tekstil untuk dewasa Rp 5 ribu, mahasiswa Rp 3 ribu, dan pelajar Rp 2 ribu.

    BERBAGAI SUMBER

    Berita lain: KAI dan Damri Siapkan Paket Transportasi Wisata Danau Toba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.