Selain Museum Bahari, Ada 3 Museum Kelautan Lain di Jakarta

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagunan yang dikenal dengan nama `Rumah Pitung` di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 19 Juli 2015. Bangunan tersebut dijadikan sebagai salah satu bangunan Cagar Budaya yang harus dilindungi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Bagunan yang dikenal dengan nama `Rumah Pitung` di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 19 Juli 2015. Bangunan tersebut dijadikan sebagai salah satu bangunan Cagar Budaya yang harus dilindungi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain Museum Bahari, kota Jakarta sekurangnya memiliki tiga museum lain yang bertema kelautan. Ketiga museum itu memiliki karakter dan ciri berbeda.

    1. Marine Heritage GalleryMenteri Susi Resmikan Galeri Harta Karun Laut

    Ini adlaah tempat penyimpanan harta karun yang ditemukan pada kapal-kapal karam di perairan Indonesia. Marine Heritage Gallery bertempat di di Gedung Mina Bahari (GMB) IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

    Sejauh ini diperkirakan ada ratusan kapal tenggelam yang tersebar di sejumlah kawasan perairan seperti di Kepulauan Riau, Selat Karimata, dan Laut Jawa. Barang-barang berharga yang ditemukan di kapal-kapal karam itulah yang kini dipajang di Galeri. 

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan galeri ini pada Senin, 13 Maret 2017 . Di sana dipajang berbagai artifak dari sejumlah kawasan perairan Republik Indonesia yang diambil dari benda muatan kapal tenggelam (BMKT).

    Menurut Susi, pendirian galeri yang menampilkan harta karun BMKT itu adalah dalam rangka melestarikan kekayaan kelautan yang ada di kawasan perairan Indonesia. Sekaligus memberdayakan visi masa depan bangsa sebagai poros maritim dunia.

    Arkeolog Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Ira Dillenia mengatakan, artefak BMKT kebanyakan berasal dari Cina. "Koleksi yang paling terkenal pada koleksi di galeri BMKT KKP adalah kargo dari Cina dari abad ke-6 dan 7 yang ditemukan di perairan Bangka Belitung," kata Ira Dillenia.

    Di galeri tersebut, memang banyak ditemukan koleksi barang antik seperti artefak kaca, tembikar, tempayan, teko, guci, cepuk, mangkuk, piring, dan juga vas.Berbagai koleksi artefak itu diketahui berasal dari barang beragam dinasti Cina seperti Dinasti Tang pada abad ke-9, Dinasti Song pada abad ke-11 dan ke-12, Dinasti Yuan pada abad ke-13 dan ke-14, Dinasti Ming pada abad ke-16, dan Dinasti Qing pada abad ke-17 dan 18.

    1. Rumah Si Pitung

    Rumah Si Pitung tercatat sebagai museum kebaharian di Jakarta yang banyak dikunjungi pelancong. Museum ini terletak di Jalan Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

     “Kalau akhir pekan bisa lebih 500 pengunjung (datang ke Rumah Si pitung)," kata Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Husnison Nizar di Jakarta, November 2017. Rata-rata dalam sebulan Rumah Si Pitung dikunjungi hingga 3000 orang.

    Si Pitung adalah tokoh Betawi yang gigih melawan penjajah Belanda. Rumah ini sebenarnya milik rekan Si Pitung, yakni seorang pedagang ikan bernama Haji Safiudin.

    Rumah Si Pitung memiliki beranda, ruang tamu, kamar tidur beserta kasurnya yang diklaim masih asli. Lalu, tentu saja, ada ruang makan serta dapur. Museum itu juga menyimpan alat musik koleksi budayawan Betawi Ridwan Saidi.

    1. Taman Arkeologi Pulau Onrust

    Pulau Onrust pernah menjadi rebutan antara Belanda, Inggris, dan Portugis. Pemerintah Indonesia menjadikan pulau seluas 12 hektare ini sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu.

    Pulau Onrust adalah bagian dari kepulauan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Letaknya bberdekatan dengan Pulau Bidadari. Di kawasan ini banyak peninggalan arkeologi era kolonial Belanda. Selain itu ada juga rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust.

    Di dalam Wikipedia tercantum bahwa nama 'Onrust' berasal bahasa Belanda yang berarti 'Tidak Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya adalah 'Unrest'. Tetapi sumber lain mengatakan nama itu diambil dari nama penghuni pulau yang seorang  bangsawan Belanda:  Baas Onrust Cornelis van der Walck.

    ANTARA

    Baca juga:

    Museum Bahari Terbakar, Ini Sejarah Ringkasnya

    Enam Fakta Mengenai Museum Bahari Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.