Delapan Ekowisata Mangrove di Indonesia yang Kerap Dikunjungi

Reporter

Senin, 1 Agustus 2022 16:32 WIB

Wisatawan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo. Dok.TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak tempat wisata yang kini dibangun dengan konsep ekowisata. Ekowisata ini merupakan wisata berwawasan lingkungan. Ekowisata juga berarti upaya memaksimalkan sekaligus melestarikan sumber daya alam dan budaya dari masyarakat setempat. Salah satu caranya dengan ekowisata mangrove, yakni wisata edukasi yang mengutamakan keindahan alami dari hutan mangrove serta makhluk hidup di dalamnya.

Di Indonesia ada banyak sekali ekowisata mangrove yang tersebar di pesisir lautnya. Berikut ini adalah daftar ekowisata mangrove yang paling sering dikunjungi di Indonesia.

Ekowisata Mangrove Paling Sering Dikunjungi

1. Ekowisata Mangrove Wonorejo

Ekowisata Mangrove Wonorejo berada di Jalan Raya Wonorejo, Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Di tempat wisata ini pengunjung bisa menikmati suasana sejuk dari hutan mangrove serta bisa menyewa kapal motor untuk berkeliling di sekitar kawasannya.

Di antara hutan mangrove, dibuat jembatan yang biasa digunakan untuk berjalan-jalan atau bahkan jogging. Saat air pasang pun pengunjung tidak perlu khawatir karena jembatannya dibangun agak tinggi dari permukaan airnya. Pengunjung juga dapat melihat keindahan di dalam hutannya serta mengamati satwa seperti burung, reptil, dan hewan kecil lainnya.

2. Ekowisata Mangrove Cengkrong

Tempat selanjutnya berlokasi di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Prigi yang merupakan pantai terkenal di Trenggalek. Keunikan Ekowisata Mangrove Cengkrong ini adalah pemandangan belakangnya berupa perbukitan hijau dan asri.

Advertising
Advertising

Ada banyak satwa yang bisa diamati seperti bangau, burung cerek kenyut (Pluvialis fulva), prenjak rawa (Prinia flaviventris), prenjak padi (Prinia inornata), dan masih banyak lagi. Pengunjung juga bisa melihat satwa lain seperti biawak, ikan, dan ular yang melintas sesekali.

Mangrove Cengkrong. Istimewa

3. Ekowisata Mangrove Lembung

Ekowisata satu ini berlokasi di Bangkal, Lembung, Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, namanya adalah Ekowisata Mangrove Lembung. Ekowisata yang memiliki konsep ramah lingkungan, konservasi, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Mulai dari cara pembibitan dan penanaman mangrove sampai budidaya berbagai jenis kerang, kepiting, serta lebah.

Nantinya juga terdapat Taman Baca Mangrove yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai buku terutama yang berhubungan dengan konservasi dan pelestarian lingkungan. Tentunya dengan berwawasan lingkungan dan edukasi ini sangat cocok sebagai tempat liburan bagi keluarga.

Mangrove Lembung Foto: Flickr/bpdas brantas

4. Ekowisata Mangrove Superberu Bawean

Berpindah ke Kabupaten Gresik juga terdapat ekowisata yang layak untuk dikunjungi. Tempat tersebut adalah Ekowisata Mangrove Superberu yang juga dibangun untuk melestarikan flora dan fauna di sekitarnya. Di sini lebih banyak terlihat bangau dan biawak karena lingkungannya terdapat banyak sumber makanan yang melimpah. Selain itu juga ada burung-burung kecil lain yang hinggap di ranting pohon mangrovenya.

Pengelola Ekowisata Mangrove Superberu Bawean juga menyediakan fasilitas tambahan seperti permainan ATV, snorkeling, diving, serta spot untuk memancing. Tak ada salahnya untuk menyempatkan datang ke ekowisata satu ini untuk menambah pengetahuan atau sekedar refreshing menenangkan pikiran. Pengunjung bisa datang ke ekowisata ini pada jam 7 pagi hingga 5 sore.

Mangrove Superberu. Foto : Instagram/ekowisatasuperberu

5. Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok

Dikenal dengan keindahan alam sekitarnya, Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok makin digemari wisatawan. Padahal ekowisata ini baru dibuka pada 4 Juni 2020 lalu, namun sudah mendapatkan banyak kunjungan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan bisa melihat keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalam ekowisata mangrove ini. Bahkan jika beruntung bisa melihat beberapa jenis burung yang sedang bermigrasi.

Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok juga menjadi habitat satwa yang bisa dikonsumsi seperti udang, ikan, dan kepiting. Berkat adanya ekowisata ini dapat membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan hasil tangkapan laut dan budidaya mereka. Fasilitas yang disediakan oleh pengelola terbilang cukup lengkap. Mulai dari toilet yang bersih, warung makan, gazebo, hingga persewaan perahu juga ada. Wisatawan bisa datang langsung ke Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

6. Ekowisata Mangrove Pagatan Besar

Ekowisata ini mulai dikembangkan pada 2016 dengan penanaman bibit mangrove secara besar-besaran sebagai penahan abrasi laut. Saat ini sudah menjelma menjadi hutan mangrove yang cukup luas. Tidak hanya sebagai penahan abrasi saja, keberadaan ekowisata ini juga dikembangkan masyarakat sekitar sebagai lahan untuk menangkap berbagai jenis biota laut seperti kerang, kepiting, ikan, biawak, dan udang.

Jenis mangrove yang lebih banyak ditanam adalah jenis Avicennia alba, Avicennia officialis, dan Avicennia marina yang merupakan jenis perintis untuk membentuk sedimentasi tanah. Diprediksi bahwa kawasan ini akan lebih luas lagi beberapa tahun ke depan dengan semakin banyaknya mangrove yang ditanam. Menurut wisatawan yang sudah pernah datang ke Ekowisata Mangrove Pagatan Besar, pemandangan sunset di tempat ini sangat menawan. Itulah mengapa saat sore hari lebih banyak pengunjung yang datang dibandingkan saat pagi hari.

Mangrove Pagatan Besar. Foto : Instagram/mangrove_pagatanbesar

7. Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar

Di Pantai Mekar, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat juga terdapat ekowisata mangrove yang bisa dikunjungi. Ekowisata mangrove ini memiliki track untuk jalan kaki yang lumayan panjang. Sebelum 2016, masyarakat sekitar sering menebang pohon mangrove untuk dijadikan sebagai lahan pemukiman atau tambak, namun lambat laun kondisinya sangat memprihatinkan akibat abrasi laut yang berlebihan.

Masyarakat mulai menaruh perhatian lebih untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka mengubah kawasan abrasi ini menjadi ekowisata yang menguntungkan. Setidaknya, masyarakat sekitar kini mulai bisa merasakan manfaatnya. Mulai dari tangkapan laut yang lebih banyak, memproduksi hasil pengolahan mangrove sebagai oleh-oleh, serta membuka warung untuk melayani pengunjung yang datang. Bahkan banyak masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan kecil menyewakan perahu mereka sebagai perahu wisata.

8. Ekowisata Mangrove Caplok Barong

Ekowisata Mangrove Caplok Barong merupakan ekowisata yang bisa dibilang sudah naik level dibandingkan dengan ekowisata mangrove di tempat lain. Masyarakat setempat sudah merasakan manfaat besarnya sedangkan dari sisi hutan mangrovenya dapat terjaga dengan baik dan bertambah besar. Ekowisata mangrove ini berada di KH. Moh Yahya, Dusun Manis, Ambulu, Kecamatan Losari, Cirebon yang setiap harinya bisa mendatangkan ratusan hingga ribuan wisatawan.

Dari pengembangan yang mereka lakukan sebelumnya seperti edukasi penanaman mangrove, menjaga kelestarian satwa, hingga budidaya biota laut sangat digemari oleh wisatawan yang datang. Masyarakat sekarang ini lebih memusatkan ekowisata mangrovenya sebagai sarana wisata yang lebih baik dengan menyediakan perahu karet sampai jetski. Pemiliknya pun juga dari masyarakat setempat sehingga hasilnya secara tidak langsung juga akan mengangkat ekonomi masyarakat

Mangrove Caplok Barong. Foto : Instagram

sekitarnya.

Daftar di atas memang hanya sebagian dari seluruh daftar ekowisata mangrove yang ada di Indonesia. Dari berbagai manfaat yang didapatkan dari ekowisata mangrove tersebut tidak hanya dirasakan dalam waktu yang singkat, namun juga bisa mendatangkan potensi yang lebih besar kepada masyarakatnya untuk waktu yang lebih lama. Inilah mengapa kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. Dampaknya bukan secara lingkungan saja, namun juga berdampak besar pada ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitarnya.

Tulisan ini sudah tayang di TelusuRI

Baca juga: Wisata Edukasi Virtual Kebun Raya Bogor, Tetap Bisa Piknik Sambil Belajar

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Berita terkait

17 Bandara Internasional Turun Status karena Sepi Kunjungan Wisman, Ini Kata Kemenhub

1 hari lalu

17 Bandara Internasional Turun Status karena Sepi Kunjungan Wisman, Ini Kata Kemenhub

Lesunya aktivitas kunjungan wisman ke 17 bandara internasional membuat Kemenhub menurunkan status penggunaan bandara menjadi bandara domestik.

Baca Selengkapnya

17 Bandara Internasional Turun Status, BPS: Hanya Digunakan 169 Wisatawan Mancanegara

2 hari lalu

17 Bandara Internasional Turun Status, BPS: Hanya Digunakan 169 Wisatawan Mancanegara

BPS mencatat hanya 169 wisatawan mancanegara yang menggunakan 17 Bandara yang kini turun status menjadi Bandara domestik.

Baca Selengkapnya

Jajal Dua Jenis Paket Wisata Naik Kano Susuri Hutan Mangrove Bantul Yogyakarta

5 hari lalu

Jajal Dua Jenis Paket Wisata Naik Kano Susuri Hutan Mangrove Bantul Yogyakarta

Wisatawan diajak menjelajahi ekosistem sepanjang Sungai Winongo hingga muara Pantai Baros Samas Bantul yang kaya keanekaragaman hayati.

Baca Selengkapnya

Iuran Wisata untuk Siapa

5 hari lalu

Iuran Wisata untuk Siapa

Rencana pemerintah memungut iuran wisata lewat tiket pesawat ditolak sejumlah kalangan. Apa masalahnya?

Baca Selengkapnya

Pemandangan ke Gunung Fuji Ditutup Pembatas Tinggi, Jengkel Turis Nakal

5 hari lalu

Pemandangan ke Gunung Fuji Ditutup Pembatas Tinggi, Jengkel Turis Nakal

Jepang memasang tembok pembatas yang menghalangi turis berfoto dengan latar belakang Gunung Fuji.

Baca Selengkapnya

Gempa Garut, Wisatawan Panik Pantai Selatan Jabar Sempat Sepi

6 hari lalu

Gempa Garut, Wisatawan Panik Pantai Selatan Jabar Sempat Sepi

Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran mengatakan pantai Pangandaran pasca terjadinya gempa Garut dalam situasi aman.

Baca Selengkapnya

Alasan Jepang Bangun Penghalang di Tempat Foto Gunung Fuji

6 hari lalu

Alasan Jepang Bangun Penghalang di Tempat Foto Gunung Fuji

Foto Gunung Fuji yang berdiri megah di delakang toko Lawson itu menarik bagi wisatawan asing

Baca Selengkapnya

Hong Kong Meluncurkan Tiket Bus Khusus untuk Wisatawan

7 hari lalu

Hong Kong Meluncurkan Tiket Bus Khusus untuk Wisatawan

Mulai Sabtu, 27 Juli 2024, salah satu operator bus di Hong Kong menerapkan tiket satu hari tanpa batas untuk wisatawan

Baca Selengkapnya

Jaga Potensi Ekowisata di Sungsang Banyuasin, Seribuan Mangrove Ditanam di Areal Pelabuhan TAA

8 hari lalu

Jaga Potensi Ekowisata di Sungsang Banyuasin, Seribuan Mangrove Ditanam di Areal Pelabuhan TAA

Mangrove juga punya potensi pemanfaatan jasa lingkungan seperti pengembangan ekowisata serta tempat berkembang aneka biota laut.

Baca Selengkapnya

Anggota DPR Tolak Penerapan Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat: Tidak Semua Penumpang Wisatawan

9 hari lalu

Anggota DPR Tolak Penerapan Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat: Tidak Semua Penumpang Wisatawan

Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menolak rencana iuran pariwisata di tiket pesawat.

Baca Selengkapnya