Bartender Rusia Bikin Koktail Dinamai Coronavirus

Reporter

Antara

Editor

Ludhy Cahyana

Selasa, 24 Maret 2020 21:45 WIB

Razvedka Bar di Moskow mulai menjual koktail "coronavirus" pada hari Rabu (18/3). Koktail disajikan dalam gelas dengan dua jarum suntik, satu berisi cairan merah terang dan satu cairan hijau cerah. Foto: @razvedka.bar

TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona menjadi buah bibir dunia, membuat panik sekaligus menakutkan. Dan ekonomi dunia dilanda krisi karenanya. Tapi. sebuah bar di Moskow mengatakan telah menemukan "obat" untuk mengatasi virus corona.

Obat itu tak menyembuhkan mereka yang terinfeksi virus corona, tapi diklaim dapat mengatasi kecemasan yang meningkat terhadap wabah global virus corona. Obat yang ditawarkan itu berupa koktail penuh warna. Namanya diambil berdasarkan virus yang menjadi pandemi tersebut, "coronavirus".

Razvedka Bar di Moskow memang mengambil momentum popularitas virus corona. Mereka mulai menjual koktail "coronavirus" pada hari Rabu, 18 Maret 2020. Koktail disajikan dalam gelas dengan dua jarum suntik: yang berisi cairan merah dan satu cairan hijau cerah.

Lalu apa komposisi dua cairan itu? Manajer bar, Anton Zagariya, menolak memberikan komposisi bahan-bahan untuk membuat koktail coronavirus. Hanya saja, ia mengklaim koktail itu dirancang untuk membantu orang Moskow menahan diri dari kepanikan.

Warga Rusia memang harus hati-hati. Pasalnya, negara itu mencatat adanya peningkatan jumlah kasus virus. Hingga Kamis, 19 Maret, Rusia telah mencatat 199 kasus dan satu kematian akibat virus corona.

"Gagasan koktail ini datang tiba-tiba, seperti virus itu sendiri," kata Zagariya kepada Reuters. "Kami memutuskan untuk mencoba dan menurunkan tingkat ketegangan dan kepanikan, yang merupakan musuh terburuk dalam situasi ini," tambah Zagariya.

Zagariya menyebutkan koktail bisa dikonsumsi ketika seseorang memiliki keinginan untuk melakukan pembelian besar-besaran karena panik, "Tapi yang terpenting, tentu saja Anda masih perlu mencuci tangan dan melakukan apa yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," tambah Zagariya. "Tapi tidak perlu panik. Untuk apa? Itu tidak membantu siapa pun."

Berita terkait

Politikus di Rusia Diguncang Silang Pendapat soal Isu Gay

15 jam lalu

Politikus di Rusia Diguncang Silang Pendapat soal Isu Gay

Alexandr Khinstein menilai politikus yang bertugas di lembaga pendidikan atau anak-anak tak boleh penyuka sesama jenis atau gay.

Baca Selengkapnya

Kementerian Dalam Negeri Rusia Izinkan Foto di Pasport Pakai Jilbab

1 hari lalu

Kementerian Dalam Negeri Rusia Izinkan Foto di Pasport Pakai Jilbab

Rusia melonggarkan aturan permohonan WNA menjadi warga Rusia dengan membolehkan pemohon perempuan menggunakan jilbab atau kerudung di foto paspor

Baca Selengkapnya

Pemantau PBB Laporkan Rudal Korea Utara Hantam Kharkiv Ukraina

1 hari lalu

Pemantau PBB Laporkan Rudal Korea Utara Hantam Kharkiv Ukraina

Badan ahli tersebut mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa penemuan rudal menunjukkan pelanggaran sanksi internasional oleh Korea Utara.

Baca Selengkapnya

Mengenal Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS

2 hari lalu

Mengenal Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS

Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS merupakan pesawat luar angkasa raksasa yang mengorbit mengelilingi bumi demi tujuan-tujuan ilmiah.

Baca Selengkapnya

Rusia Akan Balas Jika Aset-asetnya Disita Amerika Serikat

3 hari lalu

Rusia Akan Balas Jika Aset-asetnya Disita Amerika Serikat

Kementerian Luar Negeri Rusia mengancam negara-negara Barat akan mendapat balasan tegas jika aset-aset Rusia yang dibekukan, disita

Baca Selengkapnya

Panglima Militer Ukraina Akui Terseok-seok Hadapi Serangan Rusia

3 hari lalu

Panglima Militer Ukraina Akui Terseok-seok Hadapi Serangan Rusia

Panglima Militer Ukraina mengakui pihaknya menghadapi kesulitan dalam memerangi Rusia.

Baca Selengkapnya

WSJ: Putin Mungkin Tak Perintahkan Pembunuhan Navalny

4 hari lalu

WSJ: Putin Mungkin Tak Perintahkan Pembunuhan Navalny

Badan-badan intelijen AS sepakat bahwa presiden Rusia mungkin tidak memerintahkan pembunuhan Navalny "pada saat itu," menurut laporan.

Baca Selengkapnya

Melihat Kemampuan Sukhoi Su-35 yang Ditawarkan Rusia Ke RI

5 hari lalu

Melihat Kemampuan Sukhoi Su-35 yang Ditawarkan Rusia Ke RI

Sukhoi Su-35 merupakan pesawat tempur generasi 4++ yang dilengkapi dengan teknologi canggih

Baca Selengkapnya

Rusia Siap Kerjasama dengan Pemerintahan Baru Indonesia, Begini Hubungan Baik Kedua Negara Sejak Zaman Uni Soviet

5 hari lalu

Rusia Siap Kerjasama dengan Pemerintahan Baru Indonesia, Begini Hubungan Baik Kedua Negara Sejak Zaman Uni Soviet

Pemerintah Rusia menyambut presiden baru Indonesia. Siap lanjutkan kerja sama.

Baca Selengkapnya

Top 3 Dunia: Rusia Tawarkan Sukhoi ke RI, AS Minta Cina Buka Pintu

6 hari lalu

Top 3 Dunia: Rusia Tawarkan Sukhoi ke RI, AS Minta Cina Buka Pintu

Top 3 dunia adalah Rusia menawarkan Sukhoi ke RI, AS minta Cina buka pintu untuk pengusahanya hingga persiapan senjata Rusia lawan Ukraina.

Baca Selengkapnya