Jumat, 14 Desember 2018

Pulau Merah, Mutiara Terpendam di Banyuwangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peselancar berusaha mengendalikan papan surfing ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (24/5). ANTARA/Seno S.

    Peselancar berusaha mengendalikan papan surfing ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (24/5). ANTARA/Seno S.

    TEMPO.CO , Jakarta:Pulau Merah kini menjadi alternatif baru untuk berselancar, selain Pantai Plengkung di Taman Nasional Alas Purwo yang lebih dulu populer. Menurut Jro Made Suparta Karang, President Indonesian Surfing Asociation, Pulau Merah punya daya tarik yang tak kalah dengan Plengkung maupun Bali.

    Kelebihan itu, kata dia, antara lain pada ombaknya yang bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir dan profesional dengan ketingian rata-rata dua meter. Berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya bisa dinikmati oleh peselancar profesional.

    Dari segi akses, pantai yang terletak 80 kilometer arah selatan kota Banyuwangi itu, lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dengan kondisi jalan yang mulus. Obyek wisata di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut juga dekat dengan permukiman warga. "Kalau Plengkung, selain aksesnya sulit juga tidak bisa melibatkan masyarakat," kata dia yang turut hadir di Kompetisi Surfing Internasional di Pulau Merah, Jumat 24 Mei 2013.

    Bentangan alam Pulau Merah dengan  bukit setinggi 200 meter di laut dan pantainya yang putih bersih, kata Jro, mengingatkan dia pada sebuah pantai di Brasil. Oleh karena itu, Jro menyebut Pulau Merah sebagai 'mutiara' yang terpendam.

    Dia mendorong Pemerintah Banyuwangi untuk lebih gencar mempromosikan Pulau Merah. Selain berselancar, jenis olahraga lain seperti volli pantai dan paralayang bisa dikembangkan untuk semakin menarik wisatawan.

    Piping, peselancar yang juga Contest Director acara tersebut, mengatakan, Pulau Merah mirip dengan Pantai Kuta, Bali, namun ombaknya lebih 'serius'. Serius dalam hal ini, berarti ombak bergulung setinggi dua meter dan panjang 300 meter, sehingga memungkinkan peselancar melakukan manuver di dalamnya alias teknik tubes.

    Selain itu, di dasar laut tidak terlalu banyak karang seperti di Plengkung, sehingga Pulau Merah lebih aman bagi peselancar. Dengan kondisi ombak yang tidak terlalu ganas itulah, Pulau Merah memang lebih cocok bagi pemula yang ingin belajar berselancar.

    IKA NINGTYAS

    Terhangat:
    Kisruh Kartu Jakarta Sehat
    | Menkeu Baru | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah


    Terpopuler:
    PKS: VW Caravelle Milik Luthfi, bukan DPP

    Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas

    Orangtua Darin Kenalkan Luthfi Hasan Sebagai Suami

    KPK Sita Lagi Mobil Luthfi di PKS, Johan: Lancar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.