Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polda Bali Rayakan Hari Bhayangkara ke-78 dengan Lomba Makepung, Apakah Itu?

image-gnews
Seorang joki memecut kerbaunya saat ikuti perlombaan tradisional, Mekepung di Bali, 3 Agustus 2014. Pacuan kerbau ini pada awalnya merupakan permainan para petani yang menghabiskan waktu luangnya di saat akhir panen dan awal musim tanam. (Photo by Putu Sayoga/Getty Images)
Seorang joki memecut kerbaunya saat ikuti perlombaan tradisional, Mekepung di Bali, 3 Agustus 2014. Pacuan kerbau ini pada awalnya merupakan permainan para petani yang menghabiskan waktu luangnya di saat akhir panen dan awal musim tanam. (Photo by Putu Sayoga/Getty Images)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Memeriahkan Hari Bhayangkara ke-78 tahun ini, Polda Bali menggelar lomba Makepung atau pacuan kerbau. Tradisi ini diketahui berasal dari Kabupaten Jembrana yang sudah turun temurun dilestarikan oleh petani yang ditujukan untuk menghaturkan rasa syukur atas berkah usai panen. 

Dalam siaran pers yang dirilis dari laman Tribratanews, acara ini turut dihadiri Kapolda Bali, Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, pada Ahad, 16 Juni 2024. Ia pun menjelaskan akar tradisi Makepung ini. Zaman dulu, awalnya tradisi ini dilakukan secara spontan usai petani memperoleh hasil panen kemudian mencoba untuk memacu kerbau satu sama lain untuk beradu yang paling cepat di jalan persawahan. Hingga beberapa waktu ke depan, hanya Kabupaten Jembrana yang memiliki tradisi ini dan masih terus dikembangkan hingga sekarang. 

Karena menjadi satu-satunya Makepung yang ditemukan, Kabupaten Jembrana memiliki daya tarik budaya yang unik dan menarik minat para wisatawan. 

“Dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara kami mengadakan lomba Makepung di Jembrana. Selain untuk melestarikan budaya, lomba ini juga kami harapkan menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Kapolda Bali ini. 

Acara ini diikuti oleh 234 pasang kerbau yang terbagi dalam regu barat dan timur. Lokasi yang dipilih sebagai sirkuit berpacu berada di pinggir pantai. Kerbau yang menjadi peserta sebelumnya telah melewati rangkaian pelatihan yang diberikan oleh pemilik mereka. Selain itu kerbau-kerbau ini juga mendapat perawatan khusus mulai dari makanan hingga vitamin.

Koordinator Makepung Jembrana, I Made Mara mengatakan, pihaknya berharap Lomba Makepung Kapolda Bali Cup ini bisa diselenggarakan setiap tahun.

"Kami sangat mendukung karena kegiatan ini akan melestarikan tradisi agraris di Kabupaten Jembrana, serta menjadi daya tarik wisatawan," katanya.

Acara yang diselenggarakan Kapolda Bali ini menjadi serangkaian kegiatan untuk menyambut hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli nanti. 

Sejarah Singkat Polri

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lembaga Kepolisian di Indonesia memiliki sejarah panjang. Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 para tokoh perumus kemerdekaan sudah menggagas ingin mendirikan lembaga untuk menjamin keamanan rakyat. Terbukti dalam sidang PPKI yang digelar pada 19 Agustus 1945, membentuk yang namanya Djawatan Kepolisian Negara dalam naungan Kementerian Dalam Negeri. Kemudian, pada tanggal 29 September 1945, R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo dilantik oleh Presiden Sukarno sebagai Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Karena menjadi lembaga yang masih terbilang baru, Kepala Kepolisian Negara mengalami beberapa kendala dan hasil kerjanya kurang efektif karena untuk tanggung jawab administrasi mereka harus berurusan dengan Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan, masalah operasional menjadi tanggung jawab Jaksa Agung. 

Selain itu, untuk komando dibawahnya KKN merasa kesulitan karena tidak bisa mengontrol langsung pada tingkat provinsi maupun kabupaten. Pada tingkat karesidenan, secara organisatoris kepolisian berada di bawah residen, dan di tingkat kabupaten berada di bawah bupati. 

R.S. Soekanto kemudian meminta perdana menteri saat itu, Sutan Sjahrir untuk memisahkan Djawatan Kepolisian Negara dengan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini guna mendukung efektivitas kerja dan proses administrasi para anggota dan lembaga demi keberlanjutan melindungi masyarakat. 

Akhirnya 1 Juli 1946 pemerintah mengeluarkan Surat Penetapan No. 11/S-D Tahun 1946 dengan keputusan, mengeluarkan Djawatan Kepolisian Negara dari naungan Kementerian Dalam Negeri dan menjadi lembaga tersendiri dan langsung berada di bawah Perdana Menteri.

SAVINA RIZKY HAMIDA | RYZAL CATUR ANANDA

Pilihan Editor: Warganet Soroti Slank Ciptakan Lagu Polisi yang Baik Hati, Begini Liriknya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kronologi Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan Suami Aktris Jennifer Coppen di Bali

8 jam lalu

Jennifer Coppen dan Dali Wassink. Foto: Instagram.
Kronologi Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan Suami Aktris Jennifer Coppen di Bali

Suami Jennifer Coppen, Dali Wassink tewas dalam kecelakaan tunggal di Bali pada Kamis dini hari, 18 Juli 2024 sekitar pukul 02.00 WITA.


Maraton, Kuasa Hukum I Wayan Suparta Laporkan Dugaan Penyiksaan 10 Polisi ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM

10 jam lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Maraton, Kuasa Hukum I Wayan Suparta Laporkan Dugaan Penyiksaan 10 Polisi ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM

Kuasa hukum I Wayan Suparta secara maraton melaporkan dugaan penyiksaan oleh 10 polisi Polres Klungkung ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM.


Polri Gelar Turnamen Badminton Kapolri Cup 2024

10 jam lalu

Politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Prabowo Subianto Thomas Djiwandono akan dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan II
Polri Gelar Turnamen Badminton Kapolri Cup 2024

Turnamen badminton Kapolri Cup digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta dan GOR Kecamatan Pulogadung di Jakarta Timur.


Diduga Disekap dan Disiksa 10 Polisi, I Wayan Suparta Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

12 jam lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Diduga Disekap dan Disiksa 10 Polisi, I Wayan Suparta Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

I Wayan Suparta mengajukan perlindungan dan restitusi ke LPSK. Ia diduga ditangkap dan disekap selama 3 hari oleh polisi dari Polres Klungkung.


Dugaan Penyiksaan oleh 10 Anggota Polres Klungkung, Polda Bali: Jangan Dengarkan Satu Pihak Saja

17 jam lalu

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Jansen Avitus Panjaitan (tengah) didampingi oleh Kepala Kepolisian Resor Denpasar Komisaris Besar Wisnu Prabowo (kanan) dan Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Agung Udayana menunjukkan foto
Dugaan Penyiksaan oleh 10 Anggota Polres Klungkung, Polda Bali: Jangan Dengarkan Satu Pihak Saja

Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan bila ada anggotanya yang salah akan ditindak.


Kuasa Hukum Ungkap Kondisi I Wayan Suparta Usai Disekap 3 Hari: Sangat Trauma

19 jam lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi I Wayan Suparta Usai Disekap 3 Hari: Sangat Trauma

I Wayan Suparta sempat disekap selama 3 hari dan disiksa polisi hingga telinganya cacat permanen. Saat ini, dia disebut sangat trauma.


Disiksa 3 Hari hingga Cacat Permanen, Kasus I Wayan Suparta Hanya Dikategorikan Penganiayaan Ringan

1 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Disiksa 3 Hari hingga Cacat Permanen, Kasus I Wayan Suparta Hanya Dikategorikan Penganiayaan Ringan

I Wayan Suparta sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Polda Bali. Namun petugas menganggap kasus ini hanya penganiayaan ringan.


Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

9 hari lalu

Suasana penemuan mayat Dul Kosim, korban penganiayaan berujung maut oleh polisi yang dibuang ke jurang di wilayah Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Juli 2023. Sumber: Istimewa
Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

I Wayan Suparta, warga Klungkung, Bali, mengaku menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan perampasan oleh anggota Polres Klungkung, selama 3 hari.


LBH Bali Ungkap Cara-cara Penyiksaan yang Dialami Wayan Suparta yang Diduga Dilakukan 10 Anggota Polres Klungkung

11 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
LBH Bali Ungkap Cara-cara Penyiksaan yang Dialami Wayan Suparta yang Diduga Dilakukan 10 Anggota Polres Klungkung

Wayan Suparta diduga menjadi korban penyiksaan oleh 10 anggota Satreskrim Polres Klungkung Bali. Ia dibawa disiksa agar mau mengaku.


LBH Bali Ungkap Dugaan Penyekapan dan Penyiksaan oleh 10 Polisi Terhadap Wayan Suparta

11 hari lalu

Ilustrasi Penyiksaan Oleh Polisi
LBH Bali Ungkap Dugaan Penyekapan dan Penyiksaan oleh 10 Polisi Terhadap Wayan Suparta

I Wayan Suparta ditangkap oleh 10 anggota Satreskrim Polres Klungkung, Bali tanpa ada surat penangkapan. Mobilnya juga turut dirampas.